Notification

×

Iklan

Dharmasraya Terapkan MBG Prasmanan Pertama di Sekolah

Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:42 WIB Last Updated 2025-10-21T09:42:00Z

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 

Dharmasraya, Rakyatterkini.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panji Dara Jingga mencatat tonggak baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Untuk pertama kalinya, penyajian makanan bergizi di sekolah dilakukan dengan konsep prasmanan.

Uji coba perdana digelar di SMKN 1 Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, pada Senin (20/10/2025). Berbeda dengan praktik di daerah lain yang biasanya menggunakan paket makanan siap saji, kali ini seluruh menu disajikan langsung di lokasi pembagian.

Para siswa membawa wadah masing-masing dan antre tertib di meja prasmanan. Petugas kemudian menata makanan sesuai urutan gizi standar — dimulai dari karbohidrat, lauk protein, sayur, buah, hingga susu.

“Dengan cara ini, risiko makanan tidak layak konsumsi bisa diminimalisir karena langsung disajikan di sekolah. Makanan pun lebih segar, hangat, dan higienis,” jelas Panji Mursidan, Sekretaris SPPG Panji Dara Jingga.

Metode ini telah mendapat persetujuan Badan Gizi Nasional dan dianggap sebagai langkah maju untuk meningkatkan kualitas program MBG di sekolah. Panji menekankan, tujuan utamanya adalah mendukung pemerintah menyiapkan generasi unggul melalui asupan gizi seimbang dan berkualitas.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, melalui Penjabat Sekretaris Daerah Drs. Jasman Dt Bandaro Bendang, MM, memberikan apresiasi atas inovasi ini. Menurutnya, program MBG kini bukan hanya sekadar bantuan makan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat dan produktif.

“Langkah ini membuktikan komitmen Dharmasraya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik. MBG diharapkan menjadi bagian nyata dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif,” kata Jasman, yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab Satgas MBG Dharmasraya.

Jasman menambahkan, pola prasmanan ini diharapkan bisa diadopsi secara nasional, mengingat praktik serupa sudah umum di negara maju. Namun, ia menekankan pentingnya efisiensi agar tidak mengganggu waktu istirahat siswa. Misalnya, satu meja bisa melayani satu kelas untuk mempercepat antrean.

Di dapur SPPG Panji Dara Jingga, petugas terlihat mengenakan celemek dan sarung tangan khusus saat menyiapkan makanan. Setiap siswa menerima porsi sesuai kebutuhan gizi berdasarkan panduan Badan Gizi Nasional. Sistem ini tidak hanya membuat makanan lebih menarik, tetapi juga mendidik siswa tentang pola makan sehat.

Program MBG dengan prasmanan ini juga mempererat interaksi positif antara petugas, guru, dan siswa. Beberapa siswa menyatakan pengalaman baru ini lebih menyenangkan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menghabiskan makanan mereka.

“Kalau seperti ini, makanannya tetap hangat dan lebih enak. Kami juga bisa melihat langsung apa yang dimakan,” ujar seorang siswa SMKN 1 Koto Baru dengan antusias.

Dengan langkah perdananya di SMKN 1 Koto Baru, SPPG Panji Dara Jingga menandai era baru penyajian makanan bergizi di sekolah — lebih hangat, higienis, dan berkualitas. Pemerintah daerah berencana memperluas sistem ini ke sekolah lain di Dharmasraya sambil mengevaluasi efektivitas waktu, keamanan pangan, dan kepuasan siswa.

Inovasi ini membuktikan bahwa keberhasilan program nasional tidak selalu bergantung pada anggaran besar, melainkan pada kreativitas dan komitmen pelaksana di lapangan. Dari dapur kecil di Dharmasraya, semangat perubahan untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat kini mulai menular ke seluruh negeri.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update