Notification

×

Iklan

Dari Kota Kecil itu, Cahaya Kemajuan Mulai Menyala, Dua Pelajar Tembus Grand Final Kompetisi Robotik

Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:55 WIB Last Updated 2025-10-28T06:55:00Z

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, saat menerima kedua pelajar SD bersama guru.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Di era ketika teknologi menjadi bahasa baru kemajuan, dua pelajar madrasah dari kota kecil di Sumatera Barat menulis kisah besar. 

Muhammad Arya Pratama dan Zhafira Zefanza, siswa MIN 2 Kota Sawahlunto, berhasil menembus Grand Final Kompetisi Robotik Madrasah Tingkat Nasional 2025 di Bogor, yang akan digelar pada 31 Oktober hingga 1 November mendatang.

Bagi Sawahlunto, kota bersejarah yang dulu dikenal dengan tambang batubaranya keberhasilan ini menjadi simbol bahwa semangat kemajuan kini hidup di tangan generasi muda. Dari ruang belajar sederhana, lahir ide-ide cemerlang yang membawa nama daerah itu bersaing di panggung nasional.

Kedua siswa berprestasi itu diterima langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, di Balaikota, Senin (27/10/25). Dengan wajah penuh bangga, Riyanda menyebut pencapaian Arya dan Zhafira sebagai bukti nyata bahwa anak-anak daerah mampu beradaptasi dan unggul dalam bidang teknologi modern.

“Ini bukti Sawahlunto punya potensi luar biasa. Anak-anak kita tidak hanya pandai menghafal pelajaran, tapi juga bisa berpikir logis, kreatif, dan berinovasi,” ujar Riyanda dengan nada penuh apresiasi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen memperluas akses dan dukungan bagi pengembangan minat dan bakat generasi muda, terutama di bidang robotika dan digitalisasi pendidikan.

“Kami ingin sekolah-sekolah di Sawahlunto menjadi tempat lahirnya talenta masa depan Indonesia. Di era ini, anak-anak harus berani bermimpi besar dan menguasai teknologi,” tegasnya.

Arya dan Zhafira akan bertanding di kategori mobile robot labirin, yang menuntut kecermatan berpikir dan ketepatan algoritma. Bagi mereka, lomba ini lebih dari sekadar kompetisi — ia adalah petualangan belajar yang mengasah logika, kerja sama, dan ketekunan.

“Awalnya kami hanya iseng merakit robot dari bahan bekas di sekolah,” kata Arya sambil tersenyum. “Tapi lama-lama kami tertantang, bagaimana caranya robot bisa ‘menemukan jalan’ sendiri.”

Zhafira menambahkan dengan percaya diri, “Kami ingin membuktikan bahwa anak madrasah juga bisa berprestasi di bidang teknologi. Kami ingin bawa nama Sawahlunto ke tingkat nasional.”

Di balik prestasi dua pelajar ini, tersimpan pesan penting: pendidikan di daerah bukanlah penghalang untuk bersinar. Sawahlunto, yang dulu hidup dari bara tambang, kini melangkah menuju masa depan baru — masa depan yang digerakkan oleh pengetahuan, inovasi, dan semangat generasi muda.

Dari kota kecil di Sumatera Barat, cahaya kemajuan itu mulai menyala. (Benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update