Jakarta, Rakyatterkini.com – Bocah kelas 1 SD yang kuliah jurusan Kimia di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, mencuri perhatian publik karena keseriusannya mengikuti perkuliahan. Buktinya, ia berhasil meraih nilai A pada ujiannya.
Sejak Agustus 2025, anak laki-laki berusia tujuh tahun itu rutin hadir di NTU sekitar tiga kali seminggu, membawa tablet, buku catatan, dan botol minum. Ia mengikuti perkuliahan untuk mendalami konsep-konsep kimia tingkat lanjut, seperti teori orbital molekul, yang menjelaskan perilaku elektron menggunakan mekanika kuantum.
Sebelumnya, pada awal tahun ini, bocah tersebut menjadi orang termuda di Singapura yang memperoleh nilai A pada ujian Kimia International General Certificate of Secondary Education (IGCSE)—setara dengan O Levels—yang diikutinya saat berusia enam tahun 10 bulan.
Fenomena ini menarik perhatian netizen Indonesia, yang memberikan beragam komentar mulai dari kagum hingga jenaka:
fad.lil: “Jir, umur segitu gue lagi belajar nerbangin layangan.”
seraphine_fleur59: “OMG, keren banget!”
bbiruin: “Mamahnya hemat biaya pendidikan, langsung kuliah.”
madbois: “Wah, 7 tahun sudah belajar NMR?”
rezyfr: “Kalau di sini, pasti ketolak masuk SD, ya?”
dannill_zzz: “Kita kuliah butuh duit, duit yang butuh dia?”
fajarsw11: “Di Konoha ada yang gak bisa masuk sekolah impian karena terlalu muda, banyak kasus TK sampai 3 tahun gara-gara nunggu umur cukup. Miris banget, kan?”
fynil_vion: “Lihat tuh, Theodore umur 7 tahun udah kuliah.”
septianandra2: “Syukurlah berada di negara yang tepat, nggak kebayang kalau di sini birokrasinya gimana.”
Kisah Theodore menunjukkan bahwa usia bukanlah batasan untuk menimba ilmu, asalkan ada lingkungan dan kesempatan yang mendukung.(da*)


