Notification

×

Iklan

Belajar Toleransi, FKUB Aceh Tamiang Kunjungi Kota Padang

Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:17 WIB Last Updated 2025-10-16T12:17:00Z

Menyerahkan cinderamata

Padang, Rakyatterkini.com – Dua kata sederhana namun penuh makna menjadi dasar kuat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Padang.

Kata “paling” dan “saling” menjadi prinsip yang senantiasa dijunjung oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang dalam setiap kegiatan lintas iman. Nilai tersebut kembali ditekankan saat FKUB Padang menerima kunjungan FKUB Kabupaten Aceh Tamiang di Balai Kota Padang, Rabu (15/10/2025).

Rombongan FKUB Aceh Tamiang dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Agusliyana Devita, didampingi Kakankemenag Anwar Padli, Ketua FKUB Sulaiman, serta sejumlah pengurus lainnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Kesbangpol Kota Padang, Tarmizi Ismail.

“Seharusnya kami yang belajar ke Aceh, karena Aceh dikenal sebagai guru toleransi,” ujar Tarmizi dalam sambutannya yang disampaikan dengan penuh keakraban.

Meski demikian, Tarmizi mengakui bahwa Padang juga memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama. Menurutnya, hal itu dapat diatasi melalui penguatan peran FKUB, komunikasi yang terbuka, dan kepercayaan antar kelompok masyarakat.

“Kami terus memberikan dukungan bagi FKUB. Dalam setiap dialog lintas agama, kami menegaskan pentingnya dua hal: jangan merasa paling, dan harus saling memahami,” tegasnya.

Ia menjelaskan, prinsip “jangan merasa paling” bermakna agar setiap pemeluk agama tidak menganggap dirinya paling benar dalam kehidupan sosial. Sedangkan kata “saling” mencerminkan nilai saling menghormati, saling mendengarkan, dan saling menerima perbedaan.

Lebih lanjut, Tarmizi menyebut bahwa Kota Padang aktif membangun kedekatan antarumat beragama melalui kegiatan kunjungan dan dialog ke rumah-rumah ibadah. Pendekatan ini dinilai efektif menumbuhkan empati dan memperkuat hubungan antar komunitas.

“Saat seseorang berkunjung ke rumah ibadah agama lain dan berdialog di sana, itu menyentuh hati. Jadi ketika muncul perbedaan pendapat, komunikasi sudah lebih terbuka. Inilah yang terus kami kembangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Aceh Tamiang, Agusliyana Devita, menjelaskan alasan pihaknya memilih Padang sebagai lokasi kunjungan. Selain karena pernah meraih penghargaan atas keberhasilan menjaga kerukunan, Padang juga dinilai berhasil menciptakan model harmoni yang bisa dijadikan contoh bagi daerah lain.

“FKUB Padang pernah mendapat penghargaan dari FKUB Sumbar. Kami datang untuk belajar sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Agusliyana menambahkan, Aceh Tamiang merupakan wilayah yang sangat majemuk karena berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Kondisi ini sempat memicu gesekan antarumat pada 2019, namun dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah bersama.

“Semoga kunjungan ini memberikan inspirasi bagi kami untuk memperkuat peran FKUB di Aceh Tamiang,” harapnya.

Pertemuan yang berlangsung hangat itu diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara kedua daerah, disertai diskusi singkat tentang strategi menjaga persatuan dalam keberagaman.

Melalui momen ini, dua kata sederhana kembali bergema sebagai pesan moral yang mendalam: paling dan saling — pengingat bahwa kedamaian hanya dapat tercipta lewat kerendahan hati dan keterbukaan terhadap sesama.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update