Agam, Rakyatterkini.com – Bupati Agam, Benni Warlis, bersama Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menghadiri peluncuran sekaligus bedah buku otobiografi berjudul “Setengah Abad Mengabdi Negeri dan Melayani Masyarakat” karya Aristo Munandar Dt Bagindo Kayo. Acara ini berlangsung di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Jumat (17/10).
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah. Suasana acara berlangsung hangat, karena buku ini tidak hanya menceritakan perjalanan hidup Aristo Munandar, tetapi juga menekankan nilai-nilai pengabdian, kejujuran, dan dedikasi terhadap masyarakat.
Dalam sambutannya, Aristo Munandar mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan buku tersebut. Ia secara khusus memberi penghargaan kepada sang istri, Wartati, yang telah mendampingi selama 48 tahun, baik dalam suka maupun duka kehidupan rumah tangga maupun perjalanan kariernya.
“Buku ini bukan sekadar catatan hidup saya, tetapi juga wujud rasa syukur atas kesempatan yang Allah berikan untuk mengabdi bagi negeri dan melayani masyarakat,” kata Aristo dengan penuh haru.
Aristo juga membagikan kilasan perjalanan panjangnya dalam dunia pemerintahan dan pengabdian kepada masyarakat, sambil berharap pengalaman hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda dan aparatur agar bekerja dengan tulus dan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut kisah hidup Aristo Munandar mengandung banyak pelajaran berharga. “Banyak hikmah yang bisa dipetik dari perjalanan hidup beliau. Pengabdian tidak diukur dari lama jabatan, tetapi dari sejauh mana seseorang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Agam, Benni Warlis, juga menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Aristo Munandar. Buku ini menjadi bukti nyata semangat pengabdian yang abadi sekaligus sumber inspirasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi bagi negeri,” ujarnya.
Melalui peluncuran buku otobiografi ini, sosok Aristo Munandar kembali mengingatkan pentingnya nilai keikhlasan, integritas, dan komitmen dalam melayani masyarakat, sebagai warisan moral yang harus dijaga dan diteruskan ke generasi mendatang.(da*)


