Notification

×

Iklan

90 Jenazah Palestina Kembali ke Gaza, Terdapat Tanda Penyiksaan

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:36 WIB Last Updated 2025-10-19T08:36:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebanyak 90 jenazah warga Palestina yang dikembalikan ke Gaza oleh otoritas Israel dalam kerangka gencatan senjata memperlihatkan tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi. Kondisi ini meliputi mata tertutup kain, tangan terikat, serta luka tembak di kepala, menurut keterangan dokter setempat.

Sebagai bagian dari gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat, Hamas menyerahkan beberapa jenazah sandera yang tewas selama konflik, sementara Israel memulangkan dua kelompok jenazah masing-masing berjumlah 45 orang. Pertukaran dilakukan melalui Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Dokter di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza selatan, yang menerima jenazah dari ICRC, menjelaskan terdapat bukti kuat pemukulan dan eksekusi singkat. Tidak ada satu pun jenazah yang dapat diidentifikasi secara jelas.

“Hampir semuanya ditemukan dengan mata tertutup, tangan terikat, dan luka tembak di kepala. Hampir seluruhnya telah dieksekusi,” kata dr. Ahmed al-Farra, kepala departemen anak di Rumah Sakit Nasser, dikutip Guardian, Minggu (19/10/2025).

Ia menambahkan, “Terdapat bekas luka dan perubahan warna kulit yang menunjukkan pemukulan sebelum kematian, bahkan ada indikasi tubuh disiksa setelah meninggal.”

Farra menyebutkan jenazah diserahkan tanpa identitas, sementara rumah sakit di Gaza yang telah menghadapi serangan udara berat selama dua tahun, tidak memiliki fasilitas untuk melakukan analisis DNA.

“Mereka mengetahui identitas jenazah, tapi tampaknya ingin menambah penderitaan bagi keluarga korban,” ujar dokter itu.

Menurut pihak rumah sakit, jenazah yang sebelumnya disimpan di lemari pendingin Israel dikembalikan dengan label bernomor tanpa nama. Para dokter mengimbau keluarga warga Palestina yang hilang untuk membantu mengenali jenazah tersebut.

Proses pemulangan jenazah ini menjadi salah satu tantangan utama dalam implementasi gencatan senjata yang berlaku sejak akhir pekan lalu. Israel sempat memperlambat pasokan bantuan kemanusiaan ke Gaza karena keterlambatan pemindahan 28 jenazah sandera Israel yang diyakini tewas, dan menyebut salah satu jenazah yang diterima bukanlah sandera Israel.

Pada Rabu malam, Hamas menyatakan telah menyerahkan seluruh jenazah sandera yang berhasil ditemukan, sementara militer Israel mengonfirmasi Palang Merah menerima dua jenazah tambahan di Gaza. Sebelumnya, kelompok bersenjata itu telah mengembalikan tujuh dari 28 jenazah sandera yang diketahui tewas, ditambah satu jenazah lain yang menurut Israel bukan sandera.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update