![]() |
| Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama menteri lainnya. |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,12 persen pada triwulan II 2025. Capaian ini disampaikan dalam konferensi pers, Senin (4/8/2025) sore, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama jajaran Kabinet Merah Putih.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi domestik yang solid, peningkatan aktivitas investasi, ekspor yang menguat, serta ekspansi dunia usaha. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, capaian ini dinilai sebagai hal yang perlu dijaga.
“Ini capaian yang patut kita syukuri dan jaga bersama,” ujar Airlangga.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97 persen (yoy), terdorong mobilitas masyarakat serta insentif pemerintah, seperti diskon tarif transportasi dan bantuan sosial.
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,99 persen (yoy), tertinggi sejak triwulan II 2021. Lonjakan ini didukung belanja modal pemerintah dan BUMN yang memicu investasi swasta, didorong pula oleh optimisme pelaku usaha dan berlanjutnya deregulasi iklim investasi.
Ekspor barang dan jasa meningkat 10,67 persen (yoy), mencerminkan dampak hilirisasi serta strategi front loading ekspor pasca pengumuman tarif baru dari Amerika Serikat.
APBN berperan besar menjaga daya beli masyarakat melalui paket stimulus ekonomi, termasuk diskon tarif transportasi, penebalan bantuan sosial, dan subsidi upah. Kebijakan ini memberikan multiplier effect terhadap konsumsi rumah tangga.
“APBN akan terus menjalankan fungsi countercyclical untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi akibat gejolak global, sekaligus menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan,” jelas Airlangga.
Pemerintah menegaskan, optimisme ekonomi harus terus dirawat melalui kerja sama semua pihak, agar tren positif ini dapat berlanjut meski tantangan global masih membayangi. (Ris1)


