Notification

×

Iklan

Sumbar Pacu Pembangunan PLTP Menuju Provinsi Hijau 2026

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 06:24 WIB Last Updated 2025-08-09T01:26:29Z


Sumatera Barat siap jadi green province 2026. 

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan energi hijau di daerah. Salah satu fokus utama yang kini digarap adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebagai langkah strategis menuju predikat green province pada 2026.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa inisiatif ini selaras dengan kebijakan strategis nasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, energi panas bumi bukan hanya mendukung visi Sumbar sebagai provinsi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata terhadap target pembangunan nasional.

“Selain untuk mewujudkan Sumbar sebagai *green province* pada 2026, pengembangan energi panas bumi juga bagian dari kontribusi kita terhadap target nasional. Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen pada 2029, dan energi hijau menjadi salah satu fondasinya,” ujar Mahyeldi, Jumat (8/8/2025) di ruang rapat Istana Gubernuran, usai bertemu perwakilan pengembang energi hijau di Sumbar.

Mahyeldi mengungkapkan dirinya telah meninjau langsung operasional PLTP Kamojang di Kabupaten Garut yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Meski berada di dekat permukiman, pembangkit tersebut tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga.

“Justru masyarakat sekitar mendapatkan banyak manfaat. Hal serupa juga saya saksikan di PLTP Supreme Energy Muara Labuh. Tidak ada pihak yang dirugikan, baik secara sosial maupun ekonomi,” jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Sumbar membuka peluang investasi energi bersih seluas-luasnya. Hingga 2029, total investasi sektor energi hijau di Sumbar diproyeksikan bisa menembus Rp120 triliun.

“Semangat itu pula yang menjadi dasar pertemuan ini,” tambah Mahyeldi.

Pertemuan strategis tersebut diikuti secara daring oleh Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, serta dihadiri langsung oleh perwakilan PT Supreme Energy dan PT Medco—dua perusahaan yang telah berkontribusi dalam pengembangan energi hijau di Sumbar.

Langkah ini menjadi momentum penting bagi Sumbar untuk memperkuat peran dalam transisi energi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan visi unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar periode 2025–2030 bertajuk Gerak Cepat Sumbar Sejahtera.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update