Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Di Kelurahan Silungkang, suara palu, gergaji, dan tawa riang para pekerja gotong royong menjadi pemandangan sehari-hari sejak pertengahan Juli lalu. Yang bekerja bukan kontraktor profesional, melainkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kota Sawahlunto, yang bersama-sama memperbaiki rumah Bapak Doni, tenaga honorer penjaga Kantor Urusan Agama setempat.
Pada Jumat (15/8/2025), rumah itu resmi diserahkan kepada Doni dan keluarganya. Wajah Doni berseri-seri, matanya tampak berkaca-kaca.
“Saya tidak pernah menyangka akan menerima bantuan sebesar ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu semua,” ujarnya penuh haru.
Rumah ini merupakan proyek keempat dari Program Berkah, gagasan Kepala Kantor Kemenag Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, M.A, yang dimulai sejak 2022. Kali ini, perbaikan tidak hanya mencakup dinding dan atap, tetapi juga fasilitas sanitasi yang layak — sesuatu yang sebelumnya sulit diwujudkan Doni.
Dana pembangunan sepenuhnya berasal dari sedekah ASN Kemenag Sawahlunto, dengan tambahan wakaf semen dari ASN lainnya. Tidak ada pekerja upahan; seluruh proses dilakukan secara gotong royong. Selama 20 hari, para ASN menyisihkan waktu di sela tugas kantor, melepas seragam dinas, dan memegang palu, cangkul, atau membantu memindahkan bahan bangunan.
“Inilah wujud Asta Protas Kementerian Agama: kerukunan dan kepedulian terhadap sesama. Rekan-rekan ASN membuktikan bahwa empati bisa diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata,” kata Dr. H. Dedi Wandra saat menyerahkan rumah.
Bagi Dedi, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga pondasi martabat keluarga. “Dengan membantu memperbaiki rumah seseorang, kita turut membangun harapan dan harga diri mereka,” tambahnya.
Program Berkah kini menjadi simbol bahwa kepedulian tidak harus dengan anggaran besar. Dengan niat tulus, sedikit waktu, dan semangat gotong royong, hasilnya bisa mengubah hidup seseorang. Bagi Doni, rumah baru ini bukan hanya sekadar bangunan, tetapi bukti bahwa kebaikan masih hidup dan berkembang di Sawahlunto.(Ris1)


