Notification

×

Iklan

Reforma Agraria Dorong Pengelolaan Tanah Adil dan Produktif di Bali

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 23:05 WIB Last Updated 2025-08-09T16:05:00Z

Reforma Agraria Dorong Pengelolaan Tanah Adil dan Produktif di Bali

Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Universitas Mahendradatta di Bali, Sabtu (2/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, Ossy Dermawan memaparkan secara mendalam mengenai pentingnya Reforma Agraria sebagai langkah strategis untuk menciptakan pengelolaan tanah yang lebih adil dan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam sambutannya kepada para mahasiswa dan civitas akademika, Wamen Ossy menekankan bahwa Reforma Agraria tidak hanya sekadar pembagian atau redistribusi tanah, melainkan juga mencakup penataan aset dan akses atas tanah yang harus dikelola dengan prinsip keadilan sosial. Ia mengingatkan bahwa sumber daya tanah bersifat terbatas dan statis, sementara jumlah penduduk terus bertambah. Oleh karena itu, tanpa adanya pengelolaan yang tepat, generasi mendatang akan kesulitan memperoleh hak kepemilikan tanah.

“Reforma Agraria terdiri dari dua pilar utama, yaitu Penataan Aset dan Penataan Akses. Penataan Aset meliputi proses legalisasi dan redistribusi tanah, sedangkan Penataan Akses bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola tanah secara produktif,” jelas Ossy Dermawan.

Salah satu implementasi nyata dari Reforma Agraria adalah redistribusi tanah kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti masyarakat miskin, masyarakat adat, dan mereka yang terpinggirkan. “Negara hadir untuk memastikan masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses tanah dapat memiliki hak atas tanah secara sah dan terjamin,” tambahnya.

Selain itu, Ossy juga membagikan contoh sukses pelaksanaan Reforma Agraria di daerah Jembrana, Bali. Di sana, tanah milik masyarakat adat dimanfaatkan secara optimal dengan menanam pisang cavendish yang hasilnya sudah memiliki pasar melalui kerja sama dengan pihak off-taker. Model pengelolaan tanah semacam ini kini mulai diadopsi di berbagai daerah lain, seperti di Majalengka, Jawa Barat, di mana tanah dikelola untuk kegiatan peternakan yang produktif dan berkelanjutan.

“Konsep Penataan Akses ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi dari tanah yang mereka miliki, sehingga tidak hanya sekadar memiliki tanah, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi secara nyata,” ujar Wamen Ossy.

Dalam kesempatan ini, Wamen Ossy juga memperkenalkan inovasi layanan pertanahan digital yang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN. Melalui platform Bhumi ATRBPN, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait bidang tanah yang dimiliki keluarganya, termasuk status hak atas tanah tersebut. “Kami mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi ini sebagai upaya transparansi dan keterbukaan informasi pertanahan yang selama ini menjadi tantangan besar,” ungkapnya.

Kuliah Umum tersebut dihadiri pula oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, I Made Daging, beserta Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Bali, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap program Reforma Agraria. Selain itu, hadir pula Wakil Pembina Ikawati ATR/BPN, Wida Ossy Dermawan, serta tokoh akademisi dan pemerintahan seperti Ketua Umum Yayasan Mahendradatta, I Gusti Ngurah Wira, dan Rektor Universitas Mahendradatta, Ni Ketut Wiratny.

Kehadiran para pejabat dan akademisi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong Reforma Agraria sebagai upaya strategis yang tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan penguasaan tanah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanah yang lebih adil, transparan, dan produktif. Wamen Ossy berharap bahwa melalui edukasi seperti ini, mahasiswa sebagai generasi penerus dapat memahami peran penting Reforma Agraria dalam membangun masa depan bangsa yang lebih inklusif dan berkeadilan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update