Notification

×

Iklan

Presiden Prabowo: KSTI 2025 Harus Bebas dari Politisasi, Fokus pada Terobosan Ilmiah dan Teknologi

Jumat, 08 Agustus 2025 | 08:30 WIB Last Updated 2025-08-08T01:30:00Z

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Bandung, Rakyatterkini.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia Tahun 2025 merupakan ruang ilmiah yang harus dijaga dari segala bentuk politisasi. 

Itu disampaikan Presiden saat memberikan keterangan pers usai menyampaikan pidato utama dalam pembukaan KSTI 2025 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Kamis (7/8/2025).

Presiden Prabowo menjawab pertanyaan media mengenai sesi-sesi tertutup dalam agenda konvensi. Menurutnya, format tersebut sengaja diterapkan agar para peserta dapat berdiskusi secara lebih mendalam, bebas, dan substantif, tanpa tekanan dari opini publik yang bisa disalahartikan atau diseret ke dalam kepentingan politik.

“Biar lebih bebas gitu ya. Jangan dipelintir, jangan dipolitisasi. Ini kan kita bicara, kita bicara ilmu. Kita bicara ilmu, sains, teknologi,” tegas Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Presiden untuk menjaga kemurnian forum-forum ilmiah agar tetap fokus pada pencapaian dan pengembangan ilmu pengetahuan, bukan menjadi panggung politik.

KSTI 2025 merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo sebagai wadah strategis yang mempertemukan para ilmuwan, akademisi, pelaku industri, dan pengambil kebijakan. Fokus utama konvensi ini adalah penguatan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Dalam pidato utamanya, Presiden menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin ilmu untuk menghadirkan terobosan nyata dalam menjawab tantangan global dan mempercepat lompatan teknologi Indonesia.

"Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Bangsa ini harus menyatu dalam ilmu dan teknologi, jika ingin menjadi negara kuat dan mandiri,” ujar Prabowo.

Sebelum membuka konvensi secara resmi, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri untuk mengunjungi pameran inovasi teknologi unggulan nasional yang menjadi bagian dari rangkaian KSTI 2025. Pameran ini menampilkan capaian dan terobosan terbaru di delapan sektor prioritas nasional, yaitu:

1. Energi terbarukan dan ketahanan energi
2. Pertahanan dan teknologi militer
3. Digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan semikonduktor
4. Hilirisasi dan industri berbasis sumber daya alam
5. Teknologi kesehatan dan bioteknologi
6. Ketahanan pangan dan agroindustri
7. Teknologi maritim dan kelautan
8. Material dan manufaktur maju

Pameran ini menjadi bukti konkret dari komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan teknologi dan mengapresiasi kontribusi anak bangsa di bidang inovasi.

Presiden Prabowo berharap KSTI 2025 mampu menjadi katalisator lahirnya kebijakan berbasis sains dan riset, serta memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan. Konvensi ini juga diharapkan mampu melahirkan kebijakan strategis jangka panjang guna mendorong kemandirian dan daya saing Indonesia di era revolusi industri 5.0 dan persaingan global.

KSTI 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai agenda diskusi panel, forum strategis, dan lokakarya yang melibatkan para pakar nasional dan internasional.

Dengan semangat kolaborasi, integritas, dan kemerdekaan ilmiah, KSTI 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi teknologi dan industri menuju Indonesia Emas 2045. (Ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update