Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi meluncurkan prangko edisi terbatas dengan tema “Para Pendiri Bangsa”. Pada tahap awal, prangko ini hanya dicetak sebanyak 500 set untuk menjaga keunikan dan nilai eksklusifnya.
Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (13/8), Fadli Zon menyampaikan bahwa pencetakan yang terbatas ini sengaja dilakukan agar prangko tersebut memiliki daya tarik khusus bagi kolektor dan pecinta sejarah. “Kami mencetak hanya 500 set agar prangko ini benar-benar spesial dan bernilai tinggi,” ujarnya.
Prangko edisi khusus ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dengan PT Pos Indonesia, yang bertanggung jawab atas proses produksi dan distribusinya. Nantinya, prangko ini dapat diperoleh di sejumlah tempat bersejarah seperti Museum Nasional dan Museum Naskah Proklamasi yang berada di Jakarta.
Setiap set prangko dilengkapi dengan booklet khusus berisi penjelasan lengkap mengenai 79 tokoh pendiri bangsa yang berperan signifikan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Booklet ini juga memuat informasi sejarah dan latar belakang tiap tokoh sehingga menjadi sumber edukasi yang kaya bagi masyarakat.
Penerbitan prangko ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Prangko “Para Pendiri Bangsa” adalah seri perdana yang menampilkan visualisasi para tokoh bersejarah yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Melalui prangko ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai jasa para pendiri negara.
Fadli Zon juga mengungkapkan bahwa pembuatan prangko ini memiliki tantangan tersendiri. Gambar wajah para tokoh harus diproses ulang dengan teknik khusus yang serupa dengan proses pembuatan gambar pada mata uang rupiah. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kualitas visual yang tinggi dan mempertahankan keaslian detail wajah para tokoh sejarah.
Selain itu, Dirjen Pelindungan Kebudayaan, Restu Gunawan, menjelaskan bahwa peluncuran prangko ini tidak hanya bertujuan sebagai penghormatan semata, melainkan juga sebagai media edukasi dan promosi nilai-nilai sejarah kepada generasi muda dan masyarakat global. “Prangko ini diharapkan menjadi alat edukasi yang efektif untuk mengenalkan perjuangan dan jasa para tokoh bangsa kepada generasi penerus dan dunia internasional,” tambah Restu.
Melalui langkah ini, Kementerian Kebudayaan berharap prangko edisi khusus ini dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap sejarah bangsa, sekaligus mendorong minat kolektor dan pelestarian warisan budaya nasional. Program ini juga menjadi upaya memperkuat identitas nasional dan memperkenalkan sejarah Indonesia dalam bentuk yang unik dan menarik.(da*)


