Padang, Rakyatterkini.com – Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat terlibat kasus pencurian dengan pemberatan. Penangkapan dilakukan pada Selasa (19/8/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Siak, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa pelaku berinisial RM alias Bogal (40), warga Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan. Pria yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap itu ditangkap tim yang dipimpin Iptu Adrian Afandi setelah diduga membobol sebuah warung lontong dan membawa kabur empat tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram.
“Pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti empat tabung gas. Saat ini ia sedang menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Yasin.
Kejadian bermula ketika seorang warga mendengar teriakan “maling” di sekitar lokasi. Setelah ditelusuri, saksi menemukan pintu warung milik orang tuanya dalam kondisi rusak. Pelaku diduga merusak pintu kayu untuk masuk ke dalam warung. Tak jauh dari sana, saksi melihat empat tabung gas yang telah dikeluarkan dari dalam warung dan dimasukkan ke kantong plastik. Ia kemudian segera melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.
Berdasarkan laporan itu, Tim Klewang bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka di sekitar lokasi pada hari yang sama. Selain mengamankan RM, polisi juga menyita empat tabung gas sebagai barang bukti.
“Kerugian korban ditaksir sekitar Rp1 juta. Meski nominalnya kecil, kasus ini tetap kami proses sesuai hukum karena masuk kategori pencurian dengan pemberatan,” tegas Yasin.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya tindak kriminal lain yang dilakukan RM.
Kompol Yasin mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama pada jam-jam rawan. “Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati menjaga barang berharga, termasuk usaha kecil seperti warung, karena pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan saat dini hari,” pungkasnya.(da*)


