Notification

×

Iklan

Penguatan Sektor Keuangan, Indonesia Bidik Lompatan Daya Saing Global

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 13:30 WIB Last Updated 2025-08-09T06:30:00Z

Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Jakarta, Rakyatterkini.com — Di tengah persaingan ekonomi yang kian ketat, pemerintah memastikan satu hal: sektor keuangan tak boleh hanya jadi mesin pencatat transaksi, tapi harus menjadi tulang punggung yang menopang pertumbuhan. 

Pesan itu mengemuka dari Sri Mulyani, Jumat (8/8/2025) dalam pertemuan Menteri Keuangan dengan Carolyn Turk, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, di kantor Kementerian Keuangan.

Pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat strategi itu menyoroti satu agenda besar: membangun sektor keuangan yang kuat agar iklim usaha Indonesia makin kondusif dan kompetitif. Bukan sekadar wacana, keduanya sepakat bahwa penyederhanaan regulasi adalah langkah awal untuk memangkas praktik diskresioner yang sering kali menutup pintu bagi pelaku baru.

“Reformasi struktural menjadi kunci. Kita harus membuka ruang persaingan sehat, menghapus hambatan pasar, dan memberi karpet merah bagi investasi di bidang inovasi,” tegas sang Menteri.

Carolyn Turk mengamini pandangan itu. Bagi Bank Dunia, pasar yang terbuka bukan hanya memacu investasi, tapi juga memicu efek berantai pada pengembangan sumber daya manusia dan kualitas pertumbuhan ekonomi.

Diskusi juga menyinggung urgensi membangun ekosistem bisnis yang terbuka, inklusif, dan inovatif. Pemerintah melihat keterbukaan pasar sebagai amunisi untuk mengerek daya saing, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga di panggung global.

Optimisme jelas terasa. Sang Menteri menutup pertemuan dengan keyakinan bahwa momentum ini tak boleh terbuang. 

“Dengan dukungan mitra internasional, Indonesia bisa melompat lebih tinggi. Kita punya modal, tinggal kemauan untuk bergerak cepat,” ujarnya.

Pertemuan singkat ini mengingatkan: di balik angka-angka pertumbuhan, ada kerja sunyi membenahi fondasi. Karena tanpa sektor keuangan yang kokoh, mimpi menjadi kekuatan ekonomi besar hanya akan tinggal di meja rapat. (Ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update