Lubuk Basung, Rakyatterkini.com– Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, SE, M.Com, menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Agam di ruang kerjanya, Jumat (8/8). Pertemuan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus membahas persiapan Musyawarah Daerah (Musda) DMI Agam yang dijadwalkan pada 30 Agustus mendatang.
Ketua DMI Kabupaten Agam, Syahmendra Dt. Mulia Basa, menjelaskan bahwa selain untuk menjaga hubungan baik, kunjungan tersebut juga bertujuan mengundang Bupati dan Wakil Bupati agar berkenan hadir dalam Musda. Ia turut menyampaikan permohonan dukungan pemerintah daerah, terutama terkait penyediaan fasilitas tempat pelaksanaan kegiatan.
“Musda ini menjadi momentum penting bagi kami untuk merumuskan arah gerak DMI ke depan. Kami berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi lokasi kegiatan, mengingat DMI memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Syahmendra juga menegaskan bahwa visi DMI sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam, yakni Bangkik dari Surau, yang mendorong masjid berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasinya atas komitmen DMI dalam memperkuat peran masjid di tengah masyarakat.
“Kami menyambut baik rencana Musda ini dan insyaallah akan memberikan dukungan penuh. DMI adalah mitra strategis dalam mewujudkan Agam Madani. Semoga Musda berjalan lancar dan menghasilkan program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Wabup Iqbal.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DMI dalam mendukung pembangunan di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
“Kami siap berkolaborasi, agar masjid benar-benar menjadi pusat peradaban yang aktif memberdayakan umat,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Musda DMI Agam 2025 diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat eksistensi masjid sebagai pilar utama pembangunan masyarakat yang religius, berbudaya, dan mandiri.(da*)


