Notification

×

Iklan

Pemerintah Siapkan Rp171 Triliun untuk MBG 2025

Kamis, 14 Agustus 2025 | 02:15 WIB Last Updated 2025-08-13T19:15:00Z

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun.

“Anggaran MBG tahun ini sebesar Rp71 triliun, dan kami menyiapkan tambahan Rp100 triliun. Tahun depan, jika program ini menjangkau 82 juta penerima, nilainya akan melampaui Rp300 triliun,” ujar Sri Mulyani saat menghadiri Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI 2025 di Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Ia memastikan anggaran tersebut sudah dialokasikan dalam APBN 2026. Selain memperluas jumlah penerima manfaat, pemerintah juga mengintegrasikan program ini dengan rantai pasok berbasis ekosistem halal.

“Kami telah menyiapkan programnya. Selanjutnya, tinggal mengisi gerbang rantai nilai untuk mendorong pertumbuhan industri halal,” jelasnya.

Pernyataan serupa sebelumnya juga pernah disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, pada Juni 2025. Menurut Luhut, anggaran MBG tahun ini sebesar Rp171 triliun lebih banyak difokuskan di wilayah Jawa. Ia optimistis program ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena melibatkan banyak pelaku usaha, sehingga perputaran ekonomi meningkat.

Oleh sebab itu, Luhut mendorong agar cakupan dan pendanaan MBG terus diperluas.

Untuk tahun 2025, MBG mendapatkan alokasi Rp71 triliun dengan target awal 17,9 juta penerima yang terdiri dari 15,5 juta pelajar, 2,4 juta ibu hamil/menyusui, dan balita. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah penerima diperluas menjadi 82,9 juta orang yang dilayani oleh 32 ribu dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Guna memenuhi target tersebut, pemerintah menambah anggaran sebesar Rp100 triliun sehingga total menjadi Rp171 triliun. Hingga 5 Agustus 2025, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp7,9 triliun, melebihi perkiraan Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp6 triliun.

Sri Mulyani memperkirakan penyerapan anggaran akan meningkat signifikan dalam dua bulan ke depan. Pada Agustus, target penyerapan ditetapkan Rp9 triliun dengan jumlah penerima manfaat mencapai 50 juta orang pada September dan serapan Rp19 triliun.

Pada Oktober, sasaran penerima manfaat naik menjadi 72 juta orang dengan penyerapan Rp37 triliun. Bulan November ditargetkan menjangkau 75 juta orang dengan realisasi Rp59 triliun, dan di akhir Desember penyerapan diharapkan mencapai Rp76 triliun.

“Dari total Rp71 triliun yang ada di APBN, khusus untuk penyediaan makan bergizi saja mencapai Rp52 triliun. Artinya, kami masih memerlukan tambahan Rp24 triliun,” pungkasnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update