Notification

×

Iklan

Pecahkan Rekor MURI, Momentum Kolaborasi Mentawai–Universitas Tamansiswa untuk Pemberdayaan Desa

Kamis, 14 Agustus 2025 | 06:38 WIB Last Updated 2025-08-13T23:38:45Z

Perwakilan Universitas Tamansiswa bersama masyarakat Mentawai.

Mentawai, Rakyatterkini.com — Aroma gurih lobster memenuhi udara Pantai Mapadegat, Desa Tuapejat, Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, saat 1.200 ekor lobster seberat total 300 kilogram dimasak bersamaan. 

Perhelatan kuliner spektakuler ini resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian lobster terbanyak di tanah air, Selasa (12/8/2025).

Di tengah kemeriahan itu, berlangsung pula pertemuan penting antara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Aban Barnabas Sikaraja, Kepala Desa Matotonan, Ali Umran Sarubei dengan perwakilan Universitas Tamansiswa Padang, Dr.Osronita. 

Agenda ini membahas kelanjutan kerja sama strategis dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi — pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Acara ini bukan sekadar kuliner dan rekor, tapi menjadi simbol bagaimana potensi lokal bisa diangkat hingga level nasional bahkan dunia. Lobster adalah salah satu kekayaan laut Mentawai, dan hari ini kita buktikan nilainya bukan hanya ekonomis, tapi juga kultural,” ujar Kadisparpora Mentawai.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program yang mengarah pada pengembangan potensi desa berbasis pemberdayaan masyarakat lokal dengan prinsip keberlanjutan. Langkah ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan kesejahteraan, pelestarian lingkungan, dan inklusivitas sosial.

Fokus program meliputi:
Pemanfaatan bahan alam lokal secara optimal dan ramah lingkungan.
Pengembangan flora-fauna endemik Mentawai yang memiliki nilai ekologis dan daya tarik wisata.
Penguatan warisan budaya agar dikenal lebih luas di panggung global.

“Kami ingin kolaborasi ini melahirkan model pembangunan desa yang memanfaatkan kekuatan lokal untuk kemajuan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya,” kata perwakilan Universitas Tamansiswa Padang, Osronita

Pantai Mapadegat sendiri telah menjadi ikon pariwisata Pulau Sipora, terkenal dengan pasir putih dan ombaknya yang menantang peselancar dunia. Dengan tambahan rekor MURI ini, kawasan tersebut diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi kuliner bahari.

Kepala Desa Matotonan menegaskan, keterlibatan masyarakat nelayan dalam event ini membuktikan bahwa pemberdayaan lokal bisa berjalan beriringan dengan promosi wisata. 

“Kami tangkap lobsternya, kami masak bersama, dan hasilnya bukan hanya memecahkan rekor, tapi juga membangun kebanggaan warga,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai optimistis kerja sama dengan perguruan tinggi akan memperkuat posisi daerah sebagai pusat wisata bahari, pelestarian alam, dan inovasi desa berkelanjutan.

Dengan sensasi lobster yang menggegerkan publik dan program pembangunan desa yang visioner, Mentawai tampak siap menapaki masa depan yang berpijak pada kearifan lokal namun berorientasi global. (Ris1) 


IKLAN



×
Berita Terbaru Update