Notification

×

Iklan

Padang Tambah 7 SPPG untuk Perluas MBG

Selasa, 12 Agustus 2025 | 08:15 WIB Last Updated 2025-08-12T01:15:00Z

Pemko Padang menggelar evaluasi program MBG

Padang, Rakyatterkini.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang terus menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan asupan makanan bergizi. Hingga Agustus 2025, program ini telah berhasil menjangkau sebanyak 9.316 penerima manfaat yang tersebar di tiga kecamatan utama, yaitu Padang Timur, Padang Utara, dan Padang Barat.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program MBG yang digelar di Ruang Lounge Kantor Balai Kota Padang pada Senin (11/8/2025). Dalam rapat tersebut, hadir pula Plh Sekretaris Daerah Kota Padang, Corri Saidan, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta para pakar gizi dari Universitas Andalas, yang bersama-sama membahas perkembangan dan tantangan pelaksanaan program MBG.

Maigus Nasir menekankan pentingnya kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan agar program ini dapat berjalan dengan optimal dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Program Makan Bergizi Gratis ini mendapat dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta perhatian khusus dari Bapak Presiden Prabowo yang sangat serius dalam mengawal pelaksanaan program ini di tahun 2025,” ujarnya. Menurut Maigus, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai institusi yang terlibat.

Hingga saat ini, distribusi bantuan MBG di Kota Padang dijalankan melalui tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah aktif melayani masyarakat. Pertama, SPPG Parak Karakah di Kecamatan Padang Timur yang dikelola oleh Yayasan Asmaul Kali Damang, dengan jumlah penerima mencapai 3.228 orang dari target 3.300 penerima. Kedua, SPPG Batalyon Infanteri 133 di Kecamatan Padang Utara yang berada di bawah pengelolaan BGN, melayani 3.452 penerima. Ketiga, SPPG Purus di Kecamatan Padang Barat, dikelola oleh Yayasan Pundi Amal Nusantara, yang saat ini melayani 2.636 penerima dari target 3.437 orang.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang sekaligus Sekretaris Satuan Tugas MBG, Alfiadi, mengungkapkan bahwa Pemko Padang memiliki rencana ekspansi dengan menambah tujuh SPPG baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus atau September 2025. Penambahan ini diharapkan dapat memperluas cakupan penerima manfaat sekaligus meningkatkan pemerataan akses terhadap makanan bergizi bagi seluruh warga Kota Padang.

Tujuh SPPG tambahan yang akan segera beroperasi meliputi: SPPG Bangun Bangsa Tanah Sirah di Kecamatan Lubuk Begalung; SPPG Seberang Palinggam yang dikelola oleh Yayasan Yusnetti Bachtiar; SPPG Kuranji di bawah Yayasan Andalas Bakti Wira Arena; serta SPPG Nanggalo, SPPG Koto Tangah, SPPG Padang Utara yang berlokasi dekat Universitas Bung Hatta, dan SPPG Anduring.

Alfiadi menegaskan bahwa dengan hadirnya tambahan SPPG ini, diharapkan jumlah penerima manfaat dapat meningkat secara signifikan, sehingga distribusi makanan bergizi dapat menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah. “Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung visi pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemberian makanan bergizi secara merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Padang juga menyampaikan komitmennya untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar setiap tahapannya berjalan sesuai dengan target dan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, Pemko Padang berupaya mengoptimalkan peran serta masyarakat dan berbagai stakeholder dalam mendukung keberhasilan program ini, termasuk pelibatan para ahli gizi untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan asupan gizi yang diberikan.

Secara keseluruhan, program Makan Bergizi Gratis ini menjadi salah satu upaya strategis Pemko Padang dalam mengatasi masalah gizi buruk dan meningkatkan kesehatan warga, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Melalui program ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update