Pesisir Selatan, Rakyatterkini.com– Sebuah mobil pick up bermuatan 28 jeriken berisi solar mengalami kecelakaan dengan terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 15 meter di kawasan Pesisir Selatan. Insiden ini diduga terjadi karena kendaraan kehilangan tenaga saat berusaha menanjak di jalur yang cukup terjal. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kecelakaan berlangsung pada Minggu dini hari (10/8) di kawasan pendakian Limau Purui, yang terletak di Nagari Koto Ranah, Kecamatan IV Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Lokasi ini dikenal sebagai jalur dengan tanjakan curam yang sering dilalui oleh kendaraan pengangkut barang dan kendaraan berat lainnya.
Menurut penuturan seorang warga setempat yang bernama Uncu, mobil pick up tersebut membawa puluhan jeriken berisi solar. Saat melewati tanjakan, kendaraan tersebut sempat berusaha menanjak, namun tiba-tiba kehilangan tenaga sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan ke atas. Kondisi ini menyebabkan mobil mundur secara tak terkendali dan akhirnya masuk ke jurang yang berada tepat di sisi jalan.
“Mobil itu tidak kuat menanjak, lalu mundur dan akhirnya jatuh ke dalam jurang,” ungkap Uncu. Ia menambahkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat sehingga warga yang berada di sekitar lokasi tidak sempat memberikan bantuan atau pertolongan sebelum mobil terperosok ke jurang.
Kapolsek Bayang, Iptu Budi Saputra, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut dan menyatakan bahwa saat ini petugas kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. “Memang benar, personel kami sedang melakukan evakuasi di tempat kejadian. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sopir mobil belum ditemukan, namun kami langsung merespons setelah menerima informasi dari warga,” jelasnya.
Ia juga menerangkan bahwa kendaraan tersebut diketahui membawa muatan berupa jeriken yang berisi bahan bakar solar, sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari potensi bahaya kebakaran atau tumpahan bahan bakar di lokasi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini, termasuk kondisi kendaraan dan faktor jalan yang dilalui.
“Selain itu, kami juga mengatur lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain. Warga sekitar juga turut membantu proses evakuasi barang-barang yang berserakan akibat kecelakaan ini,” tambah Iptu Budi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kendaraan dan muatan masih terus berlangsung dengan melibatkan tim dari kepolisian dan warga setempat. Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melewati kawasan Limau Purui, khususnya pada jalur tanjakan dengan beban berat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pengendara juga disarankan untuk menghindari membawa muatan berlebih di jalur yang menanjak curam demi keselamatan bersama.(da*)


