Notification

×

Iklan

Lomba Cerdas Quran Meriahkan HUT ke-80 Solok Selatan

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:00 WIB Last Updated 2025-08-09T12:18:46Z


Padang Aro, RakyatTerkini.com – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam pengembangan sumber daya manusia, “Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz,” berhasil mendorong meningkatnya jumlah penghafal Alquran di daerah ini. 

Setiap rumah tahfidz memiliki metode tersendiri untuk mencetak generasi hafidz dan hafidzah terbaik.

Salah satu contohnya adalah Rumah Tahfidz Raudatul Ulum di Jorong Harapan Baru, Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan. Di bawah bimbingan Guru Tahfidz Amrizal, rumah tahfidz ini berhasil membentuk santri dengan semangat tinggi dalam menghafal Alquran. Mereka bahkan mengirimkan tiga wakil untuk mengikuti Lomba Cerdas Quran yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Solok Selatan.

Dari ketiga peserta tersebut, satu sudah menghafal satu juz, sedangkan dua lainnya telah menghafal hingga tiga juz.

“Sejak program rumah tahfidz ini digulirkan oleh pemerintah kabupaten, kami mulai bergerak. Alhamdulillah, rata-rata anak-anak kami kini sudah menghafal dua hingga empat juz,” ujar Amrizal saat ditemui di sela acara di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (7/8/2025).

Keistimewaan Rumah Tahfidz Raudatul Ulum tidak hanya terletak pada capaian hafalan, tetapi juga pada dukungan penuh dari orang tua santri. Para orang tua tidak hanya menitipkan anak-anaknya untuk belajar, tetapi aktif mendampingi proses hafalan di rumah.

Setiap santri diberikan buku kontrol hafalan yang harus ditandatangani oleh orang tua setiap kali anak menyetorkan hafalannya, dengan target minimal tiga baris setiap hari.

Metode menghafal yang diterapkan beragam, mulai dari penggunaan tasbih, mendengarkan, hingga muraja’ah bersama. Namun, menurut Amrizal, muraja’ah tetap menjadi metode paling efektif.

“Kami menggunakan berbagai cara karena karakter anak berbeda-beda. Tapi yang paling efektif memang muraja’ah,” jelasnya.

Yang menarik, pendekatan menghafal disesuaikan dengan karakter dan minat anak. Ada yang lebih suka menghafal dari bagian belakang Alquran, ada pula yang dari depan. Cara ini diyakini membuat proses menghafal lebih menyenangkan dan bermakna.

“Jika anak menghafal sesuatu yang disukai, hafalannya lebih cepat masuk. Sebaliknya, jika dipaksakan pada hal yang tidak disukai, akan sulit,” tambah Amrizal.

Lomba Cerdas Quran yang diikuti para santri berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (6–8 Agustus 2025), dan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bekerja sama dengan Padang TV.

Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi para penghafal Alquran muda. Pemerintah berharap program “Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz” dapat menumbuhkan semangat cinta Al-Qur’an secara merata hingga pelosok nagari.(Alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update