Jakarta, Rakyatterkini.com – Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin pagi, 11 Agustus 2025, tepatnya pukul 09.11 WIB. Getaran gempa tersebut dirasakan cukup kuat oleh warga di sekitar Waingapu dengan intensitas antara skala III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity), sementara di Ende getaran tercatat mencapai skala III MMI.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pusat gempa berada di daratan, tepatnya 32 kilometer di tenggara kota Waingapu. Koordinat episenter gempa berada pada 9,79 derajat Lintang Selatan dan 120,52 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 51 kilometer dari permukaan bumi. Kondisi ini menunjukkan gempa tersebut tergolong gempa menengah yang berasal dari zona sesar lokal di wilayah NTT.
Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, tercantum, “Gempa dengan magnitudo 4,9 terjadi pada 11 Agustus 2025 pukul 09.11.42 WIB, pusat gempa berada di darat 32 km tenggara Waingapu, dengan kedalaman 51 km. Gempa dirasakan di Waingapu pada skala III-IV MMI dan di Ende pada skala III MMI.” Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa getaran gempa cukup terasa oleh masyarakat di beberapa wilayah sekitar episenter.
BMKG juga menegaskan bahwa informasi yang disampaikan bersifat cepat dan sementara, mengutamakan penyampaian segera untuk kewaspadaan publik. Oleh karena itu, data yang diolah masih dalam tahap awal dan bisa mengalami perubahan seiring dengan masuknya data tambahan dari lapangan serta hasil analisis lanjutan. Saat ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pihak berwenang lainnya. Selain itu, warga di kawasan rawan gempa disarankan untuk melakukan tindakan mitigasi seperti menjauhi bangunan yang rawan runtuh dan memastikan jalur evakuasi aman jika terjadi gempa susulan. Pemerintah daerah bersama institusi terkait juga terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keselamatan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur memang kerap terjadi mengingat posisinya yang berada di wilayah ring of fire, sehingga kejadian gempa menengah hingga kuat masih menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam hal mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Pengetahuan dan kesadaran terhadap risiko gempa menjadi kunci penting untuk mengurangi potensi kerugian di masa mendatang.(da*)


