Solok, Rakyatterkini.com – Kelapa memang dikenal sebagai salah satu tanaman serbaguna. Hampir seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan. Air kelapa kaya elektrolit yang menyegarkan, daging buahnya bisa disantap langsung atau diolah menjadi santan untuk beragam kuliner tradisional. Bahkan, tempurung atau batok kelapanya yang sering dianggap limbah pun dapat disulap menjadi karya seni bernilai jual.
Inilah yang dilakukan Alwis Bakri (52), warga Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Dari tangan kreatifnya, batok kelapa diubah menjadi beragam kerajinan menarik, mulai dari gelas, teko, asbak, hiasan bunga, hingga lampu gantung.
Alwis mengerjakan semuanya sendiri dengan peralatan sederhana. Berbekal keterampilan yang ia miliki, satu kerajinan berukuran kecil bisa rampung dalam waktu kurang dari satu jam. Sementara untuk ukuran besar, seperti teko, prosesnya bisa memakan waktu setengah hari.
“Kalau ukurannya kecil dan bahan sudah siap, satu jam saja cukup. Tapi untuk yang besar seperti teko ini, bisa setengah hari,” ujarnya kepada infosumbar.net.
Inspirasi Alwis bermula ketika ia merasa sayang melihat batok kelapa hanya digunakan seadanya tanpa diolah lebih lanjut. Dari situ muncul ide untuk membuat wadah minum dan perlengkapan lain berbahan tempurung kelapa.
Kini, puluhan jenis kerajinan telah ia hasilkan. Harganya relatif terjangkau, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan bahan tambahan yang digunakan. Pembelinya kebanyakan warga lokal, meski pesanan juga pernah datang dari luar daerah, bahkan sampai Palembang.
Namun, Alwis menghadapi kendala dalam ketersediaan bahan baku. Tidak semua batok kelapa sesuai dengan ukuran yang ia butuhkan. “Yang sulit itu gelas kecil, batoknya juga harus kecil. Biasanya saya dapat dari Pasaman,” tuturnya.
Keterbatasan bahan baku membuatnya tak selalu bisa memenuhi pesanan dalam jumlah besar. “Pernah ada pemilik kafe yang pesan dua lusin gelas kecil, tapi stok batoknya tidak cukup,” jelasnya.
Meski demikian, Alwis tetap bangga dengan karyanya. Menurutnya, minum kopi dari gelas batok kelapa memberi sensasi berbeda, dengan rasa kopi yang terasa lebih kental dibandingkan gelas biasa. Ia juga menekankan pentingnya prinsip pemanfaatan limbah dalam setiap karyanya. “Lihat tutup gelas ini, terbuat dari besi gorden bekas yang saya olah jadi tutup estetik,” tambahnya.
Bagi yang berminat, pembeli harus melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui WhatsApp di 0853 7667 0777 untuk memastikan ketersediaan bahan baku.
Ke depan, Alwis berencana mengembangkan usaha ini agar menjadi salah satu kerajinan unggulan Kota Solok. Ia berharap mendapat dukungan dari pemerintah daerah, termasuk fasilitas alat yang lebih memadai. “Saya juga punya rencana membuka kedai kawa daun di Solok, dan semua peralatan minumnya akan memakai kerajinan batok kelapa buatan saya,” pungkasnya.(da*)


