Jakarta, Rakyatterkini.com – Timnas Voli Putri Indonesia kembali mengalami kekalahan dalam lanjutan SEA V League 2025 setelah takluk 0-3 dari Filipina pada leg kedua. Pertandingan yang digelar di Ninh Binh Gymnasium, Vietnam, Minggu (10/8/2025) sore WIB, menegaskan tren negatif bagi skuad Merah Putih, yang hingga kini belum mampu meraih kemenangan di ajang bergengsi tersebut.
Sejak awal set pertama, tekanan besar langsung diberikan oleh Filipina kepada Indonesia. Tim lawan tampil agresif dengan serangan yang tajam dan pertahanan yang solid, sehingga mereka mampu unggul 6-10. Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi kesalahan yang berulang dan blok Filipina yang efektif membuat jarak skor semakin melebar hingga 11-18. Dengan konsistensi permainan, Filipina menutup set pertama dengan skor meyakinkan 25-17.
Memasuki set kedua, pola permainan masih didominasi oleh Filipina. Indonesia tampak kesulitan dalam membangun serangan yang terarah serta mempertahankan pertahanan, sehingga momentum selalu berpihak pada lawan. Walaupun sempat memperkecil selisih poin menjadi 9-10, Indonesia kembali tertinggal jauh menjadi 14-20. Kesulitan dalam memaksimalkan peluang dan melakukan kesalahan sendiri menjadi faktor utama kekalahan set kedua dengan skor 25-17 kembali untuk Filipina.
Set ketiga menjadi babak yang paling menjanjikan bagi Indonesia. Di bawah arahan pelatih Octavian, para pemain menunjukkan permainan yang lebih agresif dan koordinasi yang lebih baik. Indonesia mampu unggul 10-7 dan terus mempertahankan keunggulan hingga mencapai 20-18. Namun, pada momen-momen penting, konsentrasi para pemain menurun drastis. Filipina memanfaatkan celah tersebut untuk menyamakan kedudukan menjadi 23-23, lalu bertarung sengit hingga skor 26-26. Sayangnya, Indonesia gagal memanfaatkan kesempatan ini, sehingga set ketiga berakhir dengan skor tipis 26-28 untuk kemenangan Filipina.
Dengan hasil ini, catatan buruk Indonesia di SEA V League 2025 semakin menumpuk. Megawati Hangestri Pertiwi dan rekan-rekannya belum sekalipun merasakan kemenangan, menandakan perlunya evaluasi mendalam dalam berbagai aspek permainan. Faktor mental saat menghadapi tekanan, terutama di poin-poin krusial, menjadi masalah yang harus segera diperbaiki.
Selain itu, efektivitas serangan masih jauh dari kata maksimal, sementara komunikasi dan koordinasi dalam pertahanan dan blok juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih. Kekompakan dalam menjalankan strategi serta kemampuan membaca permainan lawan perlu diasah agar Indonesia dapat lebih kompetitif di sisa pertandingan.
Tekanan kini semakin besar bagi skuad Garuda Pertiwi untuk segera bangkit dan memperbaiki performa mereka. Pelatih Octavian diharapkan dapat merumuskan strategi yang lebih matang, serta membangun mental juang para pemain agar mampu menghadapi tekanan tinggi di pertandingan mendatang. Sementara itu, dukungan penuh dari masyarakat dan penggemar voli Indonesia tetap dibutuhkan untuk memberikan semangat kepada para atlet dalam mengarungi kompetisi ini.(da*)


