Notification

×

Iklan

Candra: Penanganan Sampah Jadi Prioritas Danau Singkarak

Jumat, 15 Agustus 2025 | 18:00 WIB Last Updated 2025-08-15T11:00:00Z

Ilustrasi

Arosuka, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menegaskan komitmennya untuk melindungi Danau Singkarak dari kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap ekosistemnya.

Wakil Bupati Solok, Candra, menyampaikan bahwa penumpukan sampah menjadi masalah utama, terutama saat musim kemarau ketika permukaan air menurun dan sampah yang sebelumnya tenggelam mulai muncul ke permukaan.

“Masalah terbesar justru ada di hulu. Keramba yang tidak terkontrol dan sampah yang belum tertangani secara optimal menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan danau,” jelas Candra, Kamis (14/8).

Candra menekankan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi prioritas utama. Ia juga mengungkapkan bahwa PLN sebelumnya telah menawarkan dukungan untuk pengelolaan sampah di wilayah Danau Singkarak.

“Ini merupakan peluang besar. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan melalui APBD. Kolaborasi ini harus diwujudkan agar memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Menurut Candra, upaya penyelamatan Danau Singkarak membutuhkan sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Salah satu solusi yang diajukan adalah pemanfaatan teknologi insinerator untuk mengolah sampah, yang dapat dikelola oleh pihak ketiga seperti Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok, Asnur, menyatakan bahwa kualitas air Danau Singkarak mengalami penurunan, dengan beberapa titik aliran yang sudah tercemar.

“Pencemaran berasal dari berbagai sumber, mulai dari limbah rumah tangga, keramba yang tak terkontrol, hingga sampah yang dibuang langsung ke danau,” ujarnya.

DLH berencana memperkuat pengawasan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kebersihan danau.

Pemkab juga mendorong kerja sama antarwilayah, khususnya dengan Kabupaten Tanah Datar yang berbatasan langsung dengan Danau Singkarak. Candra menegaskan bahwa upaya penyelamatan danau tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan pendekatan terpadu dan kolaboratif.

Ia mengajak generasi muda serta komunitas lokal untuk ikut aktif dalam kegiatan pembersihan dan pelestarian danau.

“Stop membuang sampah sembarangan. Danau ini menjadi habitat ikan bilih yang kini mulai langka. Kita harus menjaga warisan ini bersama-sama,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update