Agam, Rakyatterkini.com – Bupati Agam, Benni Warlis, menggelar pertemuan hangat bersama Komunitas Wartawan Bukittinggi Press Club (BPC) di Mess Pemkab Agam yang berlokasi di Belakang Balok, Bukittinggi, pada Minggu malam (10/8). Kegiatan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus wadah dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan para insan pers yang aktif meliput berbagai perkembangan di wilayah tersebut.
Bukittinggi Press Club sendiri merupakan sebuah komunitas wartawan yang anggotanya berasal dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun media daring yang beroperasi di Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Keberadaan komunitas ini menjadi salah satu pilar penting dalam penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat.
Acara pertemuan dimulai dengan santap malam bersama yang menciptakan suasana keakraban dan kekeluargaan di antara para peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi perkenalan, di mana setiap wartawan memperkenalkan diri beserta media yang mereka wakili. Momen ini menjadi penting untuk mempererat hubungan personal sekaligus membangun komunikasi yang lebih lancar antara pemerintah dan media.
Dalam sambutannya, Bupati Benni Warlis menegaskan betapa strategisnya peran media dalam mendukung jalannya pemerintahan. Ia menyampaikan bahwa media tidak hanya sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai mitra penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi pengawas terhadap pelaksanaan program-program pemerintah.
“Media memiliki posisi yang sangat vital dalam menyebarluaskan berbagai kegiatan pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga program-program sosial yang kami jalankan. Dengan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan media, informasi dapat tersampaikan dengan tepat, akurat, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat luas,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Setelah sesi perkenalan, forum dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Salah satu topik utama yang dibahas adalah program unggulan Pemkab Agam, yakni “Sawah Pokok Murah”. Program ini dirancang untuk membantu meringankan beban masyarakat petani melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bupati menjelaskan bagaimana program tersebut telah berjalan dan dampak positif yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Selain itu, para wartawan juga menyampaikan berbagai aspirasi yang berasal dari masyarakat, termasuk wacana pemekaran wilayah Kabupaten Agam serta pemekaran nagari-nagari. Mereka menyoroti harapan masyarakat agar nagari yang saat ini masih berstatus persiapan segera dapat ditetapkan menjadi nagari definitif sehingga memiliki legitimasi hukum dan administrasi yang jelas. Hal ini dianggap penting demi meningkatkan efektivitas pemerintahan di tingkat nagari dan mempercepat pembangunan di daerah.
Diskusi pun mengalir ke berbagai isu strategis lain yang tengah menjadi perhatian daerah, seperti pengelolaan sumber daya alam, penguatan ekonomi lokal, serta upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Para wartawan memberikan masukan konstruktif sekaligus menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang membuka ruang bagi transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan kuat agar sinergi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan komunitas media terus terjalin dengan baik. Kerjasama yang erat diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi pembangunan, sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapatkan berita yang akurat dan terpercaya. Dengan demikian, proses pembangunan daerah dapat didukung oleh komunikasi yang efektif dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, khususnya insan pers sebagai pilar demokrasi dan penghubung aspirasi rakyat.(da*)


