Notification

×

Iklan

BGN Perkuat Edukasi Gizi untuk Tekan Angka Stunting

Rabu, 13 Agustus 2025 | 09:20 WIB Last Updated 2025-08-13T02:20:00Z

Sosialisasi Program MBG di Pendopo Rumah Dinas Walikota Padang, Pariaman

Pariaman, Rakyatterkini.com – Edukasi gizi menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan kesehatan, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang dan pemenuhan gizi yang memadai.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai wujud nyata upaya pemerintah membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. Sosialisasi program ini, yang mengusung tema Generasi Sehat Indonesia, digelar di Aula Pendopo Wali Kota Padang, Pariaman, pada Jumat (8/8/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat untuk menunjang kualitas hidup.

Acara dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Generasi yang sehat dan berkualitas bukan hanya memiliki fisik yang kuat, tetapi juga kemampuan intelektual, sosial, dan emosional yang optimal, didukung dengan karakter dan moral yang baik sehingga mampu memberi kontribusi positif bagi lingkungan.

Ade Rezki menekankan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan di Indonesia.

“Kita menghadapi beban ganda gizi, mulai dari stunting, kekurangan zat gizi mikro, hingga meningkatnya kasus obesitas. Kehadiran Badan Gizi Nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan intervensi berbasis data, dan memastikan kebijakan gizi berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sumber daya manusia berkualitas adalah fondasi kemajuan bangsa, yang tidak hanya diukur dari kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental yang dipengaruhi langsung oleh pola makan serta status gizi. Gizi optimal sejak dini berdampak besar pada kemampuan anak belajar, meraih prestasi, dan berkontribusi di masyarakat.

Badan Gizi Nasional memegang peran penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, terutama dalam mendukung Program MBG dan target penurunan angka stunting. BGN menjadi koordinator pelaksanaan MBG sekaligus memastikan pemenuhan gizi masyarakat melalui beragam intervensi.

Saat ini, tiga Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kabupaten Agam, tepatnya di Lubuk Basung, Sungai Pua, dan Tilatang Kamang. Namun, jumlah tersebut masih perlu ditambah untuk menjangkau seluruh penerima manfaat yang diperkirakan.

Anyelir Puspa menjelaskan bahwa MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan strategi pemerintah dalam memperbaiki status gizi anak, mendukung proses belajar, serta menekan angka stunting dan malnutrisi.

Dengan sosialisasi yang tepat, masyarakat dapat berperan aktif mengawasi jalannya program, memastikan kualitas makanan yang diberikan, dan menanamkan kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga.

“Partisipasi masyarakat yang paham akan pentingnya gizi menjadi kunci keberhasilan MBG. Bagi yang ingin menjadi mitra program, silakan mendaftar melalui portal resmi BGN di [www.mitra.bgn.go.id](http://www.mitra.bgn.go.id) tanpa biaya apa pun,” jelasnya.

Program MBG menyasar anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita. Tujuannya meliputi pemberian akses makanan bergizi, penurunan stunting dan gizi buruk, peningkatan konsentrasi belajar, hingga pemberdayaan pelaku usaha lokal seperti UMKM pangan dan petani.

Anyelir juga berharap dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, agar visi BGN dapat terlaksana dengan baik.

BGN sendiri memiliki peran penting dalam memastikan kualitas, keamanan, dan mutu pangan yang beredar di masyarakat. Pola makan bergizi seimbang mencakup semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh—karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air—dalam jumlah yang sesuai usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing individu. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update