![]() |
| Satres Narkoba Polres Pariaman mengungkap dugaan keterlibatan seorang anggota Polri dalam kasus pesta sabu |
Pariaman, Rakyatterkini.com – Satres Narkoba Polres Pariaman mengungkap dugaan keterlibatan seorang anggota Polri dalam kasus pesta sabu di sebuah kamar hotel di wilayah Kota Pariaman.
Personel yang bersangkutan diduga berperan sebagai pemasok narkotika dari lima orang tersangka yang sebelumnya diamankan Satres Narkoba pada Jumat (8/8).
Kapolres Pariaman, AKBP Andreanaldo Ademi, membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini anggota Polri aktif yang bertugas di Polres Pariaman telah diamankan oleh Divisi Propam Polda Sumbar untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Iya, benar. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan Div Propam Polda Sumbar,” kata Kapolres dalam konferensi pers di Mapolres Pariaman, Kamis (14/8).
Kapolres menegaskan pihaknya akan menuntaskan kasus ini. Personel yang diamankan terkait pengembangan kasus pesta sabu di Hotel Nan Tongga Pariaman kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
“Benar, penangkapan ini berdasarkan hasil pengembangan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih mendalam,” tegasnya.
Sebelumnya, polisi menangkap lima orang yang diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu saat berkumpul di salah satu kamar hotel di Kota Pariaman, Jumat (8/8).
Kelima tersangka terdiri dari tiga pria dan dua wanita dengan inisial HIP, DF, AS, SAS, dan NSRO. Dari lokasi, polisi mengamankan sabu, alat hisap, beberapa unit ponsel, serta satu mobil yang diduga digunakan tersangka dalam aksi mereka.
“Iya, kita berhasil mengamankan lima tersangka di kamar hotel Nan Tongga, Jumat kemarin. Saat ini semua sudah ditahan di Polres Pariaman,” ujar AKBP Andreanaldo Ademi.
Kapolres juga menyebutkan, satu dari lima tersangka masih berusia di bawah umur. Untuk tersangka anak ini, polisi menerapkan mekanisme diversi, yakni penyelesaian perkara anak di luar proses peradilan pidana dengan pendekatan keadilan restoratif.
Terkait peran masing-masing tersangka, penyidik masih mendalami untuk mengungkap lebih jauh jaringan dan pemasok narkotika tersebut. Salah satu tersangka bahkan diketahui sebagai bandar yang aktif di wilayah Pariaman dan Padang Pariaman.
“Kami masih mendalami peran masing-masing tersangka,” jelas Kapolres.
Andreanaldo menegaskan, pihak kepolisian tidak akan pandang bulu dalam menangani kasus narkotika yang berpotensi merusak generasi bangsa.
“Kami akan telusuri lebih jauh. Siapapun yang terlibat, termasuk anggota Polri, akan kami tindak tegas,” tutupnya. (da*)


