Notification

×

Iklan

920 Hewan di Pasaman Telah Divaksinasi Rabies Secara Gratis

Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:03 WIB Last Updated 2025-08-12T11:03:00Z

Ilustrasi

Pasaman, Rakyatterkini.com– Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengambil langkah serius dalam upaya pencegahan penyebaran rabies dengan menyiapkan sebanyak 1.000 dosis vaksin rabies yang akan diberikan secara gratis kepada hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing. Program vaksinasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penularan rabies yang berpotensi menimbulkan wabah di masyarakat.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, drh. Listiyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini melibatkan seluruh dokter hewan yang bertugas di empat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten tersebut. Dengan dukungan tenaga medis hewan profesional, kegiatan vaksinasi dapat berjalan secara maksimal dan merata di seluruh daerah.

“Kami telah menyiapkan 1.000 dosis vaksin rabies, dan hingga saat ini sebanyak 920 dosis telah berhasil disuntikkan kepada hewan peliharaan secara gratis,” ujarnya saat ditemui di Lubuk Sikaping, Senin (11/8). Drh. Listiyanto menambahkan, vaksinasi ini menjadi fokus utama karena saat ini tercatat ada sekitar 5.000 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) yang menjadi sasaran pengawasan ketat di Kabupaten Pasaman.

Menurutnya, vaksinasi ini bukan hanya untuk melindungi hewan peliharaan saja, tetapi juga sebagai langkah preventif yang sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat luas. Rabies, yang merupakan penyakit zoonosis berbahaya, dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Oleh karena itu, program vaksinasi ini bertujuan untuk meminimalisir risiko penularan sekaligus mencegah terjadinya wabah rabies di Pasaman.

“Kami sangat fokus pada upaya pencegahan rabies ini. Segala sumber daya kami kerahkan, termasuk mempercepat proses vaksinasi agar seluruh hewan peliharaan yang berpotensi menularkan rabies dapat terlindungi,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Selama delapan bulan terakhir, Kabupaten Pasaman tercatat bebas dari kasus rabies. Wilayah yang sebelumnya dianggap rawan seperti Kecamatan Dua Koto dan Rao pun belum menunjukkan adanya indikasi penularan. Hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan dan efektivitas program vaksinasi yang terus dilakukan secara rutin dan konsisten.

“Data ini membuktikan bahwa vaksinasi yang kami lakukan secara berkala memberikan dampak positif dalam pengendalian rabies. Namun demikian, kami tidak akan lengah dan terus meningkatkan pengawasan,” jelas Listiyanto.

Untuk memperkuat sistem pengawasan, pemerintah daerah juga membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari tingkat nagari hingga kejorongan, agar masyarakat dapat segera melaporkan apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies. Dengan cara ini, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Jika ada hewan yang dicurigai terkena rabies, kami segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan cepat agar penyebaran dapat segera dihentikan,” tutup Listiyanto, menegaskan komitmen pemerintah Pasaman dalam menjaga kesehatan masyarakat dan hewan peliharaan melalui program vaksinasi yang berkelanjutan dan terkoordinasi dengan baik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update