Lubukbasung, Rakyatterkini.com– Menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, masyarakat Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, melaksanakan Shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Shalat Istisqa ini sebelumnya juga telah dilakukan di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Agam, seperti Baso, Pasia, dan Lasi, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi kekeringan yang makin parah.
Wali Nagari Batu Taba, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa daerahnya telah lama tidak diguyur hujan, mengakibatkan kekeringan dan krisis air bersih yang dirasakan langsung oleh warga.
“Insyaallah Shalat Istisqa akan kita laksanakan pada hari Kamis di Lapangan Batu Taba,” ujar Rahmat, salah satu wali nagari termuda di Agam, pada Selasa (22/7).
Menjelang pelaksanaan shalat, pihak nagari mengimbau seluruh warga untuk menjalankan puasa sunnah selama tiga hari sebagai bentuk penyucian diri dan persiapan batin.
“Kami mengajak semua masyarakat untuk berpartisipasi, dengan harapan hujan segera turun dan kesulitan ini segera berakhir,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi lahan pertanian di wilayah tersebut kian memprihatinkan. Puluhan hektare sawah mengalami kekeringan parah, bahkan mulai retak-retak. Jika hujan tak segera datang, potensi gagal panen semakin besar.
Menanggapi situasi ini, Bupati Agam, Benni Warlis, turut menyampaikan imbauan kepada para petani agar tetap berikhtiar dan memanfaatkan sumber daya yang ada seoptimal mungkin.
“Kita berserah diri kepada Allah SWT melalui Shalat Istisqa, sembari tetap berupaya. Salah satu contohnya dengan mengikuti pola tanam dari sawah yang terbukti masih mampu menghasilkan panen meski di tengah musim kemarau,” tutur Bupati.(da*)


