Notification

×

Iklan

UNP Latih Jurnalis Padang Liput Isu Perubahan Iklim

Senin, 28 Juli 2025 | 08:12 WIB Last Updated 2025-07-28T01:51:24Z

Para jurnalis dari berbagai media.

Padang, Rakyatterkini.com – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan pelatihan jurnalisme investigasi bertema isu perubahan iklim untuk para jurnalis media lokal. 

Kegiatan yang bertajuk “In-Depth Reporting for Environment” ini berlangsung di Kopigo Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu (27/7/2025).

Sebanyak 10 jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengikuti pelatihan ini. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menggali serta mengangkat isu-isu lingkungan, khususnya perubahan iklim, yang menjadi ancaman nyata di Kota Padang.

“Pemberitaan tentang lingkungan di media lokal masih tergolong minim,” ujar Evelynd, Ketua Tim PKM UNP, dalam sambutannya.

Dua narasumber hadir dalam pelatihan ini, yakni Jaka HB dari Mongabay Indonesia dan Febrianti, jurnalis TEMPO sekaligus anggota AJI Padang. Kegiatan dibagi dalam dua sesi, yakni pemaparan materi di dalam ruangan dan praktik observasi lapangan.

Dalam sesi materinya, Jaka HB mengungkapkan bahwa perubahan iklim adalah isu yang kompleks dan multidimensi, sehingga membutuhkan pendekatan peliputan yang lebih menyeluruh. Ia membedakan antara jurnalisme investigasi yang berfokus pada pencarian aktor atau pelaku, dan jurnalisme mendalam (in-depth reporting) yang lebih mengarah pada analisis proses serta alasan di balik suatu peristiwa.

“Penggunaan data menjadi elemen penting dalam jurnalisme investigasi karena dapat memperkuat temuan melalui sumber-sumber terpercaya,” jelasnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Febrianti, yang membahas pentingnya membangun kepercayaan dengan narasumber, terutama dalam peliputan isu-isu lingkungan. Ia menekankan bahwa seorang jurnalis investigasi harus memiliki empat kemampuan utama: berpikir kritis, pemecahan masalah, kemampuan adaptasi, dan menjalin relasi.

Pelatihan dilanjutkan dengan praktik observasi lapangan di kawasan Batang Arau. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk melakukan liputan singkat, lalu mempresentasikan hasil temuan awal mereka. Masing-masing tim mendapat umpan balik langsung dari para mentor.

Salah satu peserta, Rahmadi dari Tribunpadang.com, mengaku banyak mendapatkan perspektif baru dari pelatihan ini. “Yang menarik dari peliputan investigasi lingkungan adalah tantangannya. Kita harus cepat dalam memecahkan masalah dan mampu melakukan mitigasi risiko, karena terkadang kita berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak mudah didekati,” ungkapnya.

Pelatihan ditutup dengan sesi post-test dan penyusunan rencana kolaborasi liputan investigatif yang berfokus pada isu lingkungan di kawasan Batang Arau.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update