Notification

×

Iklan

Turun ke Sawah, Warga Simancuang Jaga Warisan Budaya Lewat Tradisi Mambantai Kabau

Rabu, 23 Juli 2025 | 16:35 WIB Last Updated 2025-07-23T09:35:00Z

Tradisi membantai ketika hendak turun ke sawah.

Solok Selatan, Rakyatterkini.com – Warga Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menggelar acara tradisional tahunan “Mambantai Kabau Nan Gadang” sebagai bentuk syukuran turun ke sawah. 

Acara yang digelar di Masjid Nurul Yaqin Simancuang pada Rabu (23/7/2025) ini menjadi kali ke-65 dilaksanakannya tradisi tersebut.

Penjabat Wali Nagari Alam Pauh Duo, Irman Syahputra, bersama seluruh kepala jorong se-Kecamatan Pauh Duo turut menghadiri acara tersebut. Irman menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas musim tanam padi yang segera dimulai.

"Tradisi ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari identitas serta kekompakan masyarakat kami. Biaya kegiatan dikumpulkan secara swadaya sebesar Rp120.000 per kepala keluarga," ujar Irman Syahputra.

Kasih Kesra Kecamatan Pauh Duo, Idris Salim, yang mewakili Camat Pauh Duo, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat.

Diketahui, acara “Mambantai Kabau Nan Gadang” ini tidak dilakukan berdasarkan kalender masehi, namun mengikuti siklus tanam padi yang hanya sekali dalam setahun dengan masa tanam sekitar lima bulan.

Luas lahan sawah di Jorong Simancuang sendiri mencapai 68 hektare, yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat. Tradisi ini sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan antarwarga menjelang musim bercocok tanam. (alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update