Notification

×

Iklan

Thailand-Kamboja Konflik, Ini Perbandingan Militernya

Jumat, 25 Juli 2025 | 13:33 WIB Last Updated 2025-07-25T06:33:00Z

Thailand-Kamboja Konflik


Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketegangan militer antara Thailand dan Kamboja kembali mencuat setelah kedua negara terlibat bentrok di kawasan perbatasan pada Kamis (24/7/2025). Pertikaian ini menyorot perhatian publik, terutama terkait perbandingan kekuatan militer kedua negara. Berdasarkan data dari lembaga think tank asal Inggris, International Institute for Strategic Studies (IISS), Thailand unggul jauh dibandingkan Kamboja di hampir seluruh aspek pertahanan.

Dari sisi anggaran militer tahun 2024, Thailand tercatat mengalokasikan dana lima kali lebih besar dibandingkan Kamboja. Ketimpangan ini tercermin pula dalam kelengkapan persenjataan dan jumlah personel aktif.

Dalam insiden terbaru, Thailand melancarkan serangan udara menggunakan jet tempur F-16. Sebagai respons, militer Kamboja membalas dengan tembakan roket Grad. Pemerintah Thailand melaporkan sebanyak 12 korban jiwa, dengan 11 di antaranya merupakan warga sipil. Sementara itu, Kamboja belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban di pihaknya.

Perbandingan Kekuatan Militer Thailand dan Kamboja (Data IISS 2024)
Anggaran dan Personel Angkatan Darat
Kamboja:
Dengan anggaran pertahanan sebesar 1,3 miliar dolar AS, Kamboja mengerahkan sekitar 124.300 personel militer aktif. Dari jumlah tersebut, sekitar 75.000 tergabung dalam Angkatan Darat (AD), yang dilengkapi lebih dari 200 unit tank tempur dan sekitar 480 sistem artileri. Militer Kamboja sendiri dibentuk pada 1993 melalui peleburan kekuatan bekas militer Komunis dan kelompok-kelompok perlawanan lainnya.

Thailand:
Sebagai sekutu utama Amerika Serikat di kawasan, Thailand memiliki anggaran pertahanan yang jauh lebih besar, mencapai 5,73 miliar dolar AS. Negeri Gajah Putih ini memiliki sekitar 360.000 personel aktif, dengan 245.000 di antaranya berada di Angkatan Darat, termasuk 115.000 wajib militer. AD Thailand diperkuat sekitar 400 tank tempur, lebih dari 1.200 kendaraan lapis baja, dan sekitar 2.600 artileri. Selain itu, AD Thailand juga memiliki pesawat sendiri, puluhan helikopter Black Hawk buatan AS, serta sejumlah drone pengintai.

Angkatan Udara
Kamboja:
Angkatan Udara Kamboja masih terbatas, dengan hanya 1.500 personel dan armada udara yang kecil, terdiri dari 10 pesawat dan 10 helikopter angkut. Negara ini tidak memiliki jet tempur, namun mengoperasikan 16 helikopter multiperan, termasuk enam unit Mi-17 buatan era Soviet dan 10 helikopter Z-9 buatan China.

Thailand:
Sebaliknya, Angkatan Udara Thailand menjadi salah satu yang terkuat dan terlengkap di Asia Tenggara. Dengan sekitar 46.000 personel, Thailand memiliki 112 jet tempur, termasuk 28 unit F-16 Fighting Falcon dan 11 jet tempur Gripen asal Swedia. Armada udaranya juga dilengkapi dengan puluhan helikopter dan pesawat pendukung lainnya.

Angkatan Laut
Kamboja:
Kekuatan laut Kamboja relatif terbatas, dengan hanya 2.800 personel, termasuk 1.500 infanteri marinir. Armada lautnya terdiri dari 13 kapal patroli, satu kapal pendarat amfibi, serta sejumlah kapal tempur kecil untuk wilayah pesisir.

Thailand:
Angkatan Laut Thailand memiliki kekuatan yang jauh lebih besar, dengan sekitar 70.000 personel yang terdiri dari marinir, personel penerbangan laut, dan pertahanan pesisir. Thailand juga mengoperasikan satu kapal induk, tujuh fregat, 68 kapal patroli, serta berbagai kapal pendarat dan kapal tempur pesisir. Armada laut ini didukung oleh pesawat udara, termasuk helikopter dan drone. Korps marinir Thailand sendiri memiliki sekitar 23.000 personel dan puluhan kendaraan tempur lapis baja.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update