Notification

×

Iklan

Sumatera Dilanda Karhutla, BNPB Imbau Warga Waspada

Jumat, 25 Juli 2025 | 04:12 WIB Last Updated 2025-07-24T21:12:00Z

Sumatera Dilanda Karhutla

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam 24 jam terakhir, terhitung sejak Rabu (23/7) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (24/7) pukul 07.00 WIB.

Mayoritas kejadian merupakan lanjutan dari kebakaran yang telah berlangsung sebelumnya. Tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman di sejumlah daerah terdampak.

Cuaca panas ekstrem, musim kemarau berkepanjangan, serta vegetasi yang mudah terbakar menjadi faktor utama meningkatnya risiko karhutla, terutama di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Karhutla di Kota Solok

Di Kota Solok, Sumatera Barat, kebakaran lahan terjadi di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, pada Rabu (23/7). Dipicu suhu udara tinggi, titik panas berkembang cepat menjadi kebakaran yang melalap sekitar 40 hektare lahan. Meski tak ada korban jiwa, kebakaran berisiko meluas karena angin kencang dan kondisi lahan yang kering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan melakukan pemadaman secara manual dengan alat semprot air karena kendaraan pemadam tak bisa menjangkau lokasi. Hingga kini, proses pemadaman masih berlangsung dengan kewaspadaan tinggi.

Kebakaran di Padang Lawas Utara

Di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, karhutla yang membakar lahan perkebunan sawit milik warga masih belum sepenuhnya terkendali sejak mulai muncul pada Minggu (20/7) pukul 14.00 WIB. Lokasi terdampak mencakup Desa Lantosan, Kecamatan Portibi, dan Desa Bargot Topong, Kecamatan Haholongan, dengan total lahan terbakar seluas 66 hektare.

Api di Desa Lantosan telah berhasil dipadamkan, namun kebakaran di Desa Bargot Topong masih aktif. BPBD bersama Satpol PP, pemadam kebakaran, serta warga terus melakukan pembasahan dan pemantauan intensif di lapangan menggunakan metode manual akibat medan sulit dijangkau.

Karhutla Besar di Lima Puluh Kota

Sementara itu, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, kebakaran besar yang terjadi sejak Sabtu (12/7) masih menjadi perhatian serius. Karhutla melanda 10 kecamatan dan 22 nagari, termasuk Harau, Pangkalan Koto Baru, Mungka, Suliki, hingga Guguak. Total area terdampak mencapai 864,87 hektare, dengan kerusakan terparah di Pangkalan Koto Baru (500 hektare) dan Harau (227,48 hektare).

Satu unit kandang dan ternak ayam milik warga juga dilaporkan hangus terbakar. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang ditimbulkan cukup besar dan telah mengganggu aktivitas warga setempat.

BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, dibantu TNI, Polri, Damkar, Dishub, Dinas Kesehatan, Satpol PP, relawan, PMI, UPT KPHL Sumbar, dan Tim Manggala Agni. Proses pemadaman menggunakan mobil tangki air, kendaraan operasional, serta ambulans dengan dukungan dari BPBD Provinsi.

Meski sebagian titik api berhasil dikendalikan, api di Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, masih aktif dan berpotensi mengancam permukiman, sehingga menjadi fokus utama penanganan.

Upaya pemadaman menghadapi tantangan berat, seperti angin kencang, medan terjal, serta minimnya sumber air akibat kekeringan panjang.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lima Puluh Kota menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla selama 14 hari sejak 17 hingga 30 Juli 2025, melalui SK No. 300.2.3/156/BUP-LK/VII/2025. BPBD juga telah mengajukan permintaan bantuan tambahan mobil tangki air, peralatan pemadaman, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca kepada BNPB.

Imbauan BNPB

Melihat eskalasi kebakaran yang masih tinggi, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, mengimbau seluruh pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka dalam bentuk apa pun, baik untuk membuka lahan maupun membersihkan kebun,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melapor kepada BPBD atau aparat desa setempat jika melihat gejala karhutla seperti munculnya asap atau api, agar dapat segera ditangani sebelum meluas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update