Pesisir Selatan, Rakyatterkini.com– Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan kembali membuktikan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba. Kali ini, tiga orang diduga pengedar berhasil diamankan, dua di antaranya masih berusia remaja, termasuk seorang gadis 17 tahun.
Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Derry Indra melalui Kasat Narkoba AKP Hardi Yasmar, mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari laporan warga yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di Kampung Jalamu, Kenagarian IV Koto Hilia, Kecamatan Batang Kapas. Lokasi tersebut diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera melakukan penyelidikan. Pada Sabtu (26/7), sekitar pukul 16.00 WIB, petugas yang tengah berpatroli mencurigai dua orang di pinggir jalan. Keduanya langsung diamankan dan diketahui bernama Khaerun Nisa Sopannie Buloloo (17) dan Putra Kelvin Angesta (16),” jelas AKP Hardi.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan tiga paket besar sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening, serta satu unit ponsel merek Realme berwarna biru. Barang bukti tersebut diamankan dan penggeledahan dilakukan disaksikan oleh warga setempat.
Dari hasil pemeriksaan awal, Khaerun Nisa mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh dari seorang pria bernama Yulison Menrofa (48), warga Jalan Ilyas Yakub, Kenagarian Painan Utara, Kecamatan IV Jurai. Tak menunggu lama, petugas langsung menuju lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan Yulison tanpa perlawanan.
Dari interogasi awal, Yulison mengakui kepemilikan barang haram tersebut. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Pesisir Selatan bersama dua remaja lainnya guna proses pemeriksaan lebih lanjut.
AKP Hardi mengungkapkan keprihatinannya atas keterlibatan anak di bawah umur, terlebih perempuan, dalam jaringan peredaran narkoba. Ia menilai hal ini sebagai sinyal bahaya bahwa sindikat narkoba kini menyasar kelompok rentan.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba, terutama jika sudah menjangkau generasi muda. Tiga ons sabu telah kami sita sebagai barang bukti, dan proses penyelidikan akan terus kami dalami untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegasnya.(da*)


