Notification

×

Iklan

Satgas Pangan Umumkan 5 Merek Beras Bermasalah

Minggu, 27 Juli 2025 | 07:44 WIB Last Updated 2025-07-27T00:44:00Z

Satgas Pangan Umumkan 5 Merek Beras Bermasalah

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pertanian baru-baru ini mengungkap adanya temuan sejumlah merek beras yang diduga tidak sesuai standar mutu dan terindikasi telah dioplos.

Jenis beras tersebut sejatinya merupakan beras kualitas biasa, namun dipasarkan dengan label dan harga premium. Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo memerintahkan aparat penegak hukum, baik dari kepolisian maupun kejaksaan, untuk segera menindaklanjuti dan menuntaskan kasus tersebut.

Pada Kamis (24/7/2025), Satgas Pangan Polri mengumumkan lima merek beras yang beredar di pasaran namun dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Kelima merek tersebut yakni Setra Ramos Merah, Setra Ramos Biru, Setra Pulen, Sania, dan Jelita.

Sementara itu, menyusul kabar temuan beras oplosan di sejumlah daerah di Indonesia, Pemerintah Kota Solok memastikan bahwa wilayahnya aman dari peredaran beras bermasalah. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPKUKM) Kota Solok, Zulferi, saat diwawancarai oleh *infosumbar.net* pada Jumat (25/7/2025).

“Alhamdulillah, kemarin kami bersama BPOM Padang dan pihak kepolisian telah melakukan inspeksi langsung ke beberapa supermarket dan minimarket di Kota Solok untuk memastikan kualitas beras yang dijual,” ujarnya.

Zulferi menuturkan bahwa berdasarkan hasil pengawasan tersebut, tidak ditemukan adanya peredaran beras oplosan yang merugikan masyarakat. Merek-merek yang sebelumnya dinyatakan bermasalah oleh Satgas Pangan Polri juga tidak ditemukan di Kota Solok.

“Kami pastikan, hingga saat ini tidak ada beras oplosan yang beredar di Kota Solok, termasuk merek-merek yang disebut bermasalah juga tidak kami temui di pasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pasokan dan stok beras di Kota Solok masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Sebagian besar kebutuhan beras di kota tersebut dipenuhi oleh produksi petani lokal dari Kota dan Kabupaten Solok.

“Stok beras masih stabil dan mayoritas berasal dari hasil pertanian lokal,” tambah Zulferi.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir, menyusul kabar yang tengah ditangani oleh pihak berwenang di tingkat nasional.

“Kami minta warga tidak panik. Kota Solok dalam kondisi aman dari beras oplosan, dan ketersediaan beras juga terjaga,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update