Jakarta, Rakyatterkini.com – Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya secara bertahap hingga mencapai 5,75 persen pada penghujung tahun 2025. Meskipun demikian, arah kebijakan moneter BI tetap berpihak pada pertumbuhan ekonomi (pro-growth), namun dijalankan secara hati-hati.
Dalam laporan Midyear Review 2025 yang dirilis oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia pada Sabtu (26/7/2025), disebutkan bahwa BI Rate kemungkinan akan bertahan di level 5,5 persen hingga akhir kuartal III sebelum kemudian dinaikkan.
“Kenaikan secara moderat menuju 5,75 persen diperkirakan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan dukungan terhadap pemulihan ekonomi nasional,” tulis CORE Indonesia.
Sejauh ini, Bank Indonesia tercatat telah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2025. Penurunan masing-masing sebesar 25 basis poin dilakukan pada bulan Januari, Mei, dan Juli, sehingga saat ini BI Rate berada di angka 5,25 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp16.000 hingga Rp16.700 per dolar Amerika Serikat, di tengah tekanan eksternal yang dipicu oleh ketidakpastian global dan risiko arus modal keluar (capital outflow).
Kendati demikian, sejumlah faktor domestik seperti inflasi yang tetap terkendali, cadangan devisa yang solid, serta langkah intervensi aktif dari Bank Indonesia diyakini akan tetap menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional.
Di sisi lain, pertumbuhan penyaluran kredit oleh perbankan diprediksi melambat ke kisaran 7–9 persen. Hal ini disebabkan oleh tekanan terhadap konsumsi masyarakat, tingkat suku bunga yang masih tinggi, dan sikap hati-hati perbankan dalam merespons ketidakseimbangan arah kebijakan moneter global.(da*)


