Notification

×

Iklan

Program Gizi Gratis Jangkau 7,4 Juta Penerima

Rabu, 30 Juli 2025 | 16:34 WIB Last Updated 2025-07-30T09:34:00Z

Program Gizi Gratis 


Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan merekrut tenaga kerja dari kalangan masyarakat miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan desil 2) untuk bergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas penyerapan tenaga kerja di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa dari total 47 tenaga kerja yang dibutuhkan dalam setiap unit SPPG, minimal 30 persen di antaranya akan diambil dari keluarga prasejahtera.

“Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya fokus pada peningkatan gizi, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi berupa penyerapan tenaga kerja. Harapannya, BGN bisa menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan, khususnya bagi keluarga dari desil 1 dan 2,” ujar Redy dalam siaran resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Selasa (29/7/2025).

Saat ini, BGN telah mengoperasikan 2.378 unit SPPG di berbagai daerah. Program ini turut melibatkan 6.076 lembaga ekonomi lokal, seperti koperasi, BUMDes/BUMDesma, dan UMKM sebagai penyedia logistik dan bahan pangan. Lebih dari 93 ribu masyarakat lokal juga telah berperan aktif sebagai relawan dalam kegiatan ini.

Redy juga mengungkapkan bahwa Program MBG telah menjangkau lebih dari 7,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Rinciannya mencakup 433.480 anak PAUD/TK/RA, 3.074.451 siswa SD/MI, 1.991.877 siswa SMP/MTs, 1.624.041 siswa SMA/SMK/MA/MAK, serta 34.741 santri pondok pesantren, 13.059 peserta PKBM/SLB, dan 795 siswa seminari.

Selain itu, penerima manfaat juga mencakup 33.103 ibu hamil, 56.909 ibu menyusui, 176.926 balita, serta 4.856 siswa dari Sekolah Rakyat.

Dalam waktu sepuluh hari ke depan, BGN menargetkan penambahan 2.401 unit SPPG baru, sehingga total akan ada 4.788 unit yang beroperasi secara aktif.

“Dengan perluasan ini, kami memperkirakan jumlah penerima manfaat yang akan dilayani mencapai sekitar 15 juta orang,” tutup Redy.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update