Padang, Rakyatterkini.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan inovatif bertajuk *Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan*, yang digelar di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Padang pada 22 hingga 23 Juli 2025.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sumbar, Kunrat Kasmiri, mengatakan kegiatan ini dirancang dengan konsep kepramukaan sebagai sarana pembinaan karakter bagi warga binaan.
“Gerakan Pramuka merupakan wadah yang sudah diperkenalkan sejak dini dan terbukti mampu membentuk jiwa nasionalisme serta perubahan perilaku. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan tujuan pembinaan di lapas maupun rutan,” ujarnya pada Rabu (23/7/2025).
Kegiatan perkemahan ini diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Sumatera Barat, kecuali Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) yang berpartisipasi dalam pertunjukan seni.
Melalui kegiatan ini, para peserta dilatih untuk mengembangkan sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab melalui aktivitas khas Pramuka.
Kunrat juga menegaskan bahwa perkemahan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar-UPT sekaligus menjadi langkah awal dalam membentuk gugus depan Pramuka di setiap satuan kerja pemasyarakatan.
“Ini bukan kegiatan terakhir. Ke depan, kami akan mengadakan *Persami* (Perkemahan Sabtu-Minggu) sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Agus Toyib, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran pemasyarakatan untuk terus mengembangkan pendekatan kepramukaan sebagai metode pembinaan efektif di seluruh lapas dan rutan di Indonesia.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, setiap kontingen peserta didampingi oleh petugas keamanan yang bertugas menjaga ketertiban dan keamanan selama perkemahan berlangsung.
Beragam kegiatan digelar selama perkemahan, mulai dari lomba mendirikan tenda, yel-yel, hingga penampilan seni seperti tari, puisi, dan nyanyian. Semua kegiatan ini disusun untuk menggali potensi serta menyalurkan bakat warga binaan dalam suasana yang positif dan membangun.
Melalui program ini, Kanwil Ditjenpas Sumbar berharap dapat membuka jalan bagi para warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
“Ini adalah bukti bahwa kehidupan yang lebih baik bisa dimulai dari balik tembok pemasyarakatan,” tutup Kunrat.(da*)


