Notification

×

Iklan

Pinto Janir, Sastrawan yang juga Seniman itu Jadi Ketua Lembaga Masyarakat Budaya

Sabtu, 26 Juli 2025 | 01:00 WIB Last Updated 2025-07-25T18:00:00Z

Pinto Janir.

Padang, Rakyatterkini.com - Sastrawan Pinto Janir terpilih jadi ketua umum Lembaga Masyarakat Budaya (LMB) Minangkabau dalam suatu musyawarah "Tim 9" di Taman Budaya Sumbar, Jumat (25/7/2025).

Rapat juga menetapkan Febby Datuk Bangso sebagai ketua dewan pembina, dengan anggota Syarifuddin Arifin. 

Ketua harian dipercayakan kepada Hasnul yang didampingi empat wakil ketua, yakni Rizal Tanjung, Dadang Leona, Hasan awi dan Jefenil. Sekretaris dipercayakan kepada Aprimas dengan bendahara Yarsina Devi Akt. 

Lembaga Masyarakat Budaya (LMB) Minangkabau bervisi merawat tradisi menjaga negeri dengan berbagai aktivitas di zona peradaban di bilik kebudayaan kita. 

"Eksistensi LMB Minangkabau adalah salah satu penjawab kegamangan kita di tengah gempuran badai teknologi yang menerjang deras nilai nilai tradisi, adat dan budaya. Di sisi lain, kehadiran teknologi memudahkan kerja, pada sisi yang lebih lain berpotensi melenyapkan kreativitas dan imajinasi", ujar Pinto Janir sosok seniman berlatar belakang sastrawan dan penyair. 

"Ini adalah salah satu cara bagi kita merawat nilai nilai tradisi untuk menjaga negeri. LMB Minangkabau adalah jawaban yang solutif ketika kita dipaksa berasa di persimpangan peradaban", kata Zal Tanjung budayawan terkemuka asal Sumatera Barat. 

"Minangkabau nagari berpayung pikiran. Payung kita tidak boleh bocor. LMB Minangkabau menjadi pagar dari duri duri perusak peradaban", ujar Jefinil pelukis kondang dari ranah Minang yang juga merasa gamang bila Minangkabau tinggal nama. 

"Saatnya para pegiat budaya dan seni bangkit menjaga nilai nilai ke Minangkabau anak", ujar Hasnul aktivis sosial yang peduli pada kebudayaan. 

"Terkadang waktu kita habis karena bertengkar ke bertengkar saja. Pengacau kebudayaan. Tukang keruh kebudayaan dan oknum-oknum yang berladang di punggung seniman, menyingkirlah. Saatnya kita bersama sama membangun negeri dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih", ujar Syarifuddin Arifin, penyair dari tanah Minang yang namanya mengasia-tenggara. (rel)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update