Solok, Rakyatterkini.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak Jumat (25/7/2025), berhasil menurunkan hujan di wilayah Kabupaten Solok. Operasi ini berlangsung selama lima hari dan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
OMC difokuskan pada dua daerah di Sumatera Barat yang paling parah terdampak karhutla, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Intensitas hujan yang turun bervariasi dari ringan hingga lebat, hampir terjadi setiap hari sejak OMC dimulai. Kondisi ini secara langsung menekan jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya nyaris terjadi setiap hari selama bulan Juli.
"Alhamdulillah, hujan telah mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, dan hal ini berdampak positif karena jumlah laporan kebakaran hutan dan lahan yang kami terima mulai menurun," ujar Kepala Seksi Operasional Damkar Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, Senin (28/7/2025).
Sejak hujan mulai turun pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB hingga Senin, Dinas Pemadam Kebakaran menyatakan tidak menerima laporan baru terkait kebakaran hutan.
"Selama hujan turun, laporan nihil. Kami berharap hujan terus merata di seluruh wilayah, agar benar-benar dapat memutus rantai kebakaran setelah kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan," tambah Zulhelmi.
Laporan terakhir yang diterima Damkar adalah insiden kebakaran lahan pada Jumat lalu di kawasan THKW Kayuaro, Jorong Sukarami, Kecamatan Gunung Talang. Sekitar dua hektare lahan terbakar, namun api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke pemukiman warga.
“Setelah kejadian itu, sampai hari ini belum ada lagi laporan kebakaran yang masuk ke kami,” tegasnya.
Sebagai catatan, Damkar Kabupaten Solok mencatat total 154 kasus kebakaran hutan dan lahan sepanjang periode 1–20 Juli 2025. Setiap harinya, laporan kebakaran masuk akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Puncak kejadian tercatat pada Jumat (18/7/2025) dengan 23 laporan kebakaran dari sejumlah nagari. Sedangkan pada Sabtu (19/7/2025), terdapat 21 kasus serupa yang dilaporkan.(da*)


