Notification

×

Iklan

Stunting Jadi Fokus Pembangunan Bukittinggi 2025

Rabu, 30 Juli 2025 | 11:34 WIB Last Updated 2025-07-30T04:34:00Z

Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar rapat koordinasi


Bukittinggi, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sebagai upaya serius menangani masalah stunting di daerah. Rapat yang berlangsung di Hotel Dymens pada Selasa (29/7/2025) ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.

Dalam sambutannya, Ibnu Asis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata dalam penanganan stunting. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya sekadar persoalan fisik seperti tinggi badan anak, namun merupakan masalah kompleks yang berkaitan dengan ketimpangan gizi, akses pelayanan kesehatan, pola pengasuhan, hingga kondisi sanitasi lingkungan.

"Stunting memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara konvergen, terkoordinasi, dan menyeluruh. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga melibatkan camat, lurah, kader, serta peran aktif PKK," ujar Ibnu Asis.

Ia menambahkan, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pemahaman, memperkuat sinergi antar sektor, serta merumuskan langkah strategis yang berbasis data untuk percepatan penurunan angka stunting.

Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader serta penguatan peran TP PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan. Program-program seperti Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan Dasawisma dinilai harus terus dioptimalkan.

“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, saya yakin kita mampu membentuk generasi Bukittinggi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Nauli Handayani, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Bukittinggi menunjukkan tren positif, yakni menurun dari 20,1 persen pada tahun 2023 menjadi 16,8 persen di 2024. Namun demikian, ia menekankan bahwa kerja keras masih diperlukan agar penurunan ini merata di seluruh kelurahan.

"Melalui rapat ini, kami ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor agar langkah-langkah percepatan yang diambil benar-benar efektif dan berkelanjutan," tutup Nauli.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update