![]() |
| Walikota Sawahlunto, Riyanda Putra, pada pembukaan latihan Paskibra. |
Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, buka suara dengan tegas saat membuka pemusatan latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Sawahlunto, Selasa (22/7/2025) di Lapangan Ombilin.
Tak sekadar seremoni, pemusatan latihan ini menjadi titik awal penempaan mental dan karakter generasi muda menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 67 anggota Paskibra, terdiri dari 32 putra dan 35 putri, dinyatakan lulus seleksi ketat. Mereka dipilih bukan hanya karena kuat fisik, tapi juga punya modal wawasan, akademik, dan semangat nasionalisme yang teruji.
Namun Wali Kota Riyanda tak ingin para peserta terlena oleh seremoni pelantikan. Dengan nada lugas, ia mengingatkan bahwa momen ini bukan tentang berdiri gagah di tengah lapangan, tapi tentang menghayati nilai-nilai kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab.
“Ini bukan sekadar soal mengibarkan bendera. Ini tentang komitmen, ketahanan mental, dan kesiapan jadi generasi yang bisa diandalkan di medan mana pun,” tegas Riyanda, yang juga merupakan alumni Paskibra Sawahlunto.
Wali Kota menekankan bahwa pelatihan Paskibra bukan ruang bermain. Ia menuntut totalitas—baik dari peserta, pelatih, maupun panitia. Menurutnya, masa latihan ini adalah medan pendidikan karakter paling konkret yang seharusnya tidak diisi dengan basa-basi.
“Pelatih, jangan hanya fokus fisik. Pantau juga kesehatan mental mereka. Jangan sampai ada yang tumbang karena kita abai,” ujarnya dengan nada serius.
Instruksi ini sekaligus sinyal keras bahwa Pemerintah Kota tidak akan mentolerir jika ada peserta yang terabaikan, baik dari sisi fisik maupun psikis selama masa pelatihan berlangsung.
Di tengah semangat pembinaan, dukungan konkret juga hadir dari dua entitas penting: Bank Nagari Cabang Sawahlunto dan PT Bukit Asam. Keduanya memberikan kontribusi berupa pakaian seragam dan uang tunai guna menunjang proses pembinaan Paskibra tahun ini.
Kontribusi ini menunjukkan bahwa partisipasi dunia usaha dalam membentuk generasi muda yang tangguh tidak hanya berhenti di papan reklame atau baliho ucapan. Ini soal investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Pemusatan latihan Paskibra tahun ini tidak hanya menjadi persiapan upacara. Ia adalah laboratorium nyata pembentukan karakter. Ketika banyak generasi muda hari ini diragukan konsistensinya, Paskibra justru harus hadir sebagai penyeimbang—tegak lurus, tidak mudah goyah, dan punya nyali untuk berdiri di barisan depan.
Dan Sawahlunto, dengan sejarah panjangnya sebagai kota perjuangan dan pendidikan, tidak boleh gagal mencetak anak-anak muda yang siap mengibarkan bukan hanya bendera merah putih, tapi juga harga diri bangsa.
“Jangan anggap remeh pelatihan ini. Apa yang kalian pelajari di lapangan ini, akan menempa kalian seumur hidup,” tutup Wali Kota Riyanda, penuh penekanan.
Paskibra bukan hanya simbol upacara. Di tangan mereka, berdiri tegaknya sang saka—dan harapan negeri ini. (Benny)


