![]() |
Peserta pelatihan teknis iSIKHNAS foto bersama. |
Lampung, Rakyatterkini.com — Kementerian Pertanian (Kementan) semakin serius memperkuat Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS). Sistem ini kini menjadi andalan dalam mendeteksi dan menangani penyakit hewan menular, sekaligus mendukung upaya nasional melawan resistensi antimikroba (AMR).
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan iSIKHNAS bukan hanya sekadar aplikasi pencatatan data, melainkan sistem strategis yang menopang ketahanan kesehatan hewan di Indonesia.
“Di tengah mobilitas hewan dan produk hewan yang semakin tinggi, kita butuh sistem data yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Ini bukan pilihan lagi, tapi keharusan,” tegas Hendra di Bandar Lampung, Rabu (23/7/2025).
Sejak awal 2025, iSIKHNAS resmi pindah dari Amazon Web Service (AWS) ke Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Migrasi ini diharapkan memperkuat keamanan data dan mempercepat pengelolaan laporan penyakit hewan di seluruh Indonesia.
Hendra menekankan, para koordinator iSIKHNAS di lapangan memiliki peran yang tak bisa digantikan.
“Mereka bukan sekadar pencatat data, tapi garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan nasional,” ujarnya.
Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menyebut pelatihan teknis bagi para koordinator sebagai langkah penting untuk memperkuat kolaborasi antarwilayah.
“Momentum ini sangat tepat untuk evaluasi dan memperkuat sinergi tim, terutama di wilayah Sumatera bagian Selatan,” kata Suryantana.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, juga menegaskan pentingnya data yang valid.
“Data yang benar-benar akurat adalah kunci dalam mengambil kebijakan pengendalian penyakit di daerah,” ujarnya.
Kementan berharap, dengan penguatan sistem pelaporan dan peningkatan kapasitas koordinator di daerah, iSIKHNAS dapat mempermudah deteksi dini dan respons terhadap wabah penyakit. Hal ini sekaligus menjadi pondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional. (Ris1)


