Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan apresiasi tinggi kepada para desainer yang berpartisipasi dalam lomba desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenparekraf, Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), dan Kementerian Sekretariat Negara, yang bertujuan menggalang partisipasi kreatif masyarakat dalam memperingati momen bersejarah bangsa.
“Kami sangat menghargai dedikasi para desainer yang mampu menghasilkan karya bernilai dalam waktu yang terbatas. Ini bukan hanya soal kreativitas visual, tetapi juga tentang menanamkan semangat kebangsaan,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/7).
Dari total 245 karya yang dikirimkan, lima desain terbaik terpilih untuk dipresentasikan di hadapan dewan juri independen. Dari hasil seleksi tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung memilih satu desain terbaik yang akan menjadi identitas resmi HUT ke-80 RI.
Logo yang dipilih menampilkan angka "8" dan "0" yang saling terhubung, membentuk simbol tak hingga (∞), sebagai representasi dari kesatuan yang abadi—pondasi utama bagi kedaulatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Pada Rabu (23/7), Presiden Prabowo secara resmi meluncurkan logo beserta tema nasional peringatan HUT ke-80 RI, yaitu:
**“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”**
“Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan pedoman dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah. Logo ini pun tidak hanya sebatas elemen visual, tapi simbol pemersatu bangsa,” tegas Presiden Prabowo.
Menteri Riefky menjelaskan bahwa pengembangan makna dan filosofi dari logo tersebut mendapatkan arahan langsung dari Presiden. Logo ini akan menjadi simbol nasional yang digunakan dalam seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Lebih lanjut, Kemenparekraf menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan industri kreatif dalam negeri.
“Peringatan ini menjadi titik awal bagi penguatan ekosistem kreatif nasional. Kami berkomitmen mendukung talenta lokal melalui kolaborasi yang berkelanjutan serta regulasi yang berpihak pada pelaku ekonomi kreatif,” ujar Riefky, yang didampingi Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar.(da*)


