Jakarta, Rakyatterkini.com – Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Selasa (29/7) malam, Garuda Muda harus mengakui keunggulan tipis Vietnam dengan skor akhir 0-1.
Laga final ini berlangsung sengit sejak menit awal. Indonesia tampil agresif dan mencoba menekan pertahanan lawan. Namun, justru Vietnam yang berhasil mencuri gol lebih dulu lewat aksi Nguyen Cong Phuong pada menit ke-37, memanfaatkan situasi sepak pojok yang tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh lini belakang Indonesia.
Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia meningkatkan intensitas permainan. Pelatih melakukan sejumlah pergantian untuk menambah daya dobrak di lini depan. Peluang demi peluang tercipta melalui kaki Dony Tri Pamungkas, Roby Darwis, Kakang Rudianto, dan Arkhan Fikri. Namun, rapatnya lini pertahanan Vietnam serta penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat gol yang dinanti tak kunjung tercipta.
Peluang emas sempat hadir melalui situasi bola mati dan lemparan jauh Roby Darwis, yang menciptakan kemelut di area penalti lawan. Sayangnya, pertahanan Vietnam tampil sangat disiplin hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Ketegangan laga turut meningkat di paruh kedua, ditandai dengan beberapa aksi provokatif dari pemain Vietnam yang sempat memancing emosi para pemain Garuda Muda. Namun hingga pertandingan usai, skor 0-1 tetap bertahan untuk kemenangan Vietnam.
Hasil ini membuat Indonesia kembali gagal membalas kekalahan di partai final edisi sebelumnya pada tahun 2023. Sementara itu, kemenangan ini membawa Vietnam mencatatkan hattrick gelar juara Piala AFF U-23 secara beruntun dan semakin memperkokoh dominasi mereka di kawasan Asia Tenggara untuk kelompok usia muda.
Meski harus puas sebagai runner-up, perjuangan para punggawa muda Indonesia tetap layak diapresiasi. Perjalanan mereka hingga ke final menunjukkan kerja keras dan semangat pantang menyerah, serta menjadi cerminan cerah bagi masa depan sepak bola Tanah Air.
Sebagai pelipur lara, dua pemain Timnas U-23 mencatatkan prestasi individual: Jens Raven dinobatkan sebagai top skor turnamen, sementara Ardiansyah meraih penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik.(da*)


