Dharmasraya, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat kabupaten pada 30–31 Juli 2025 di Auditorium Dharmasraya. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 700 pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SLB yang berasal dari seluruh penjuru daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, pada Rabu (30/7/2025). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya upaya kolektif dalam menjamin hak serta perlindungan anak demi mencetak generasi unggul di masa depan.
“Anak-anak merupakan aset bangsa. Bila hari ini mereka tumbuh sehat, bahagia, serta merdeka dalam belajar dan berekspresi, maka dua dekade ke depan Indonesia akan dipimpin oleh generasi yang tangguh secara karakter dan cemerlang secara intelektual,” ujar Leli.
Ia menambahkan, peringatan HAN merupakan momentum strategis untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi anak-anak.
Namun demikian, ia juga menyoroti berbagai tantangan serius yang masih dihadapi, seperti kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, stunting, serta penyalahgunaan teknologi digital. Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memenuhi hak-hak anak melalui berbagai kebijakan di sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta ruang partisipatif yang melibatkan anak-anak secara langsung.
“Namun, peran pemerintah saja tidak cukup. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tenaga pendidik, komunitas, hingga pelaku dunia usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINSOSP3APPKB) Dharmasraya, Martin Efendi, menyampaikan bahwa peringatan HAN 2025 merupakan implementasi dari amanat Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 dan Surat Edaran Menteri PPPA Nomor 2 Tahun 2025. Seluruh kegiatan didanai melalui DPA DINSOSP3APPKB Tahun Anggaran 2025.
Adapun rangkaian kegiatan yang digelar meliputi lomba ranking 1 tingkat SD, lomba paduan suara, solo vokal, tari kreasi tradisional tingkat SD dan SMP, serta lomba mewarnai untuk siswa SLB.
"Seluruh perlombaan merupakan ide dan inisiatif dari Forum Anak Kabupaten Dharmasraya. Pemerintah daerah hanya berperan sebagai fasilitator. Ini adalah momen perayaan dari anak, oleh anak, dan untuk anak," jelas Martin.(da*)


