Notification

×

Iklan

Budidaya Maggot dan Kaliandra, Solusi Hijau dari Semen Padang

Senin, 28 Juli 2025 | 17:41 WIB Last Updated 2025-07-28T10:41:00Z

Budidaya Maggot dan Kaliandra, Solusi Hijau dari Semen Padang


Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang menggagas dua program berbasis ekonomi hijau bagi seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Padang, yakni budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik dan penanaman pohon kaliandra sebagai sumber energi terbarukan.

Inisiatif ini bertujuan mendorong koperasi agar tidak hanya fokus pada keuntungan semata, tetapi juga turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kedua program tersebut diperkenalkan dalam talk show bertajuk *"Penguatan Koperasi melalui Inovasi Hijau"* yang menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78. Acara berlangsung di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (17/7/2025), sekaligus menjadi momentum peluncuran resmi Koperasi Kelurahan Merah Putih di 104 kelurahan se-Kota Padang.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah fokus pada pengembangan energi alternatif, salah satunya dari pohon kaliandra yang memiliki nilai kalor tinggi dan dapat menjadi pengganti sebagian batu bara dalam proses produksi semen.

“Kayu kaliandra dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, sementara daunnya berpotensi menjadi pakan ternak seperti kambing dan sapi. Ini peluang usaha berkelanjutan yang bisa dikelola koperasi secara menyeluruh, mulai dari pembibitan hingga distribusi hasilnya. PT Semen Padang juga siap menjadi pembeli hasil panennya,” ujar Ilham.

Selain energi terbarukan, ia juga menyoroti potensi ekonomi dari budidaya maggot atau larva lalat BSF (Black Soldier Fly), yang terbukti mampu menguraikan limbah organik secara efisien dan menghasilkan pakan ikan bernutrisi tinggi.

“PT Semen Padang sudah bekerja sama dengan Dr. Resti Rahayu dari Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas dalam uji coba pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan nila. Hasilnya positif, baik dalam hal pengurangan sampah maupun mendukung ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ilham juga menyampaikan bahwa sampah anorganik pun menyimpan potensi ekonomi. Sampah plastik dan tekstil yang sulit terurai bisa diolah menjadi *Refuse-Derived Fuel* (RDF), bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

“Inilah konsep ekonomi sirkular. Sampah yang dulunya jadi beban, kini bisa diubah menjadi energi dan memberikan nilai tambah. Kami berharap koperasi dapat memanfaatkan peluang ini,” tuturnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menilai program ini sebagai solusi konkret dalam memperkuat koperasi berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Kami sangat mendukung langkah ini. Koperasi Merah Putih merupakan wujud komitmen kami dalam membangun ekonomi dari level paling dasar. Kolaborasi dengan PT Semen Padang harus terus diperkuat, dan seluruh camat serta lurah harus proaktif dalam membina koperasi di wilayah masing-masing,” kata Fadly.

Ia juga menegaskan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional dan akuntabel. “Koperasi adalah bagian dari dunia usaha, artinya harus kompetitif dan dikelola secara serius. Pemerintah kota bahkan akan memberikan penghargaan bagi koperasi yang sehat dan berkembang,” tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menyebut program PT Semen Padang sebagai peluang emas yang harus dimanfaatkan dengan baik. “Prospeknya nyata, apalagi ada jaminan pembelian dari pihak industri. Ini bentuk sinergi yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Pampangan Nan XX, Elga Maidison, mengaku siap menyambut program tersebut. “Kami memang sudah tertarik dengan budidaya maggot sejak awal. Ini bisa dikolaborasikan dengan program bank sampah yang telah berjalan di lingkungan kami,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harkopnas, Pemko Padang juga memberikan penghargaan kepada koperasi-koperasi berprestasi. Untuk kategori Koperasi Konsumen, Juara I diraih oleh Koperasi Konsumen Keluarga Besar Semen Padang (KKSP), disusul KPRI Fakultas Ekonomi Unand dan KPRI RSUD Dr. Rasidin Padang sebagai Juara II dan III.

Sementara pada kategori Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Adipura Padang meraih Juara I, diikuti oleh Koperasi Karyawan RS Yos Sudarso dan KPRI SMPN 21 Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update