Notification

×

Iklan

Tiwi/Fadia Gagal Bawa Indonesia ke Final Piala Sudirman

Minggu, 04 Mei 2025 | 04:31 WIB Last Updated 2025-05-03T22:23:05Z

Tiwi/Fadia mendapat pelukan hangat dari rekan-rekannya setelah kalah dalam laga semifinal Piala Sudirman 2025. 


Jakarta, Rakyatterkini.com - Pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pertiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti merasakan kekecewaan mendalam setelah gagal meraih kemenangan atas Baek Ha Na/Lee So Hee dalam pertandingan Piala Sudirman 2025.

Tiwi/Fadia menjadi wakil terakhir Indonesia dalam pertandingan melawan Korea Selatan, dengan kedua tim sebelumnya bertanding imbang 2-2. Kekalahan Tiwi/Fadia dari Baek/Lee berujung pada kekalahan Indonesia 2-3, sehingga impian untuk melaju ke final Piala Sudirman pun sirna.

Fadia mengungkapkan kekecewaannya karena gagal menyumbangkan poin meskipun telah berusaha maksimal. "Saya sudah memberikan seluruh kemampuan yang saya miliki hari ini. Rasanya sangat kecewa karena tidak bisa memberikan poin untuk Indonesia di dua sektor yang saya mainkan," ujarnya.

Fadia juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih Eng Hian dan tim pelatih yang telah memberikan kepercayaan padanya sepanjang turnamen Piala Sudirman. "Terima kasih kepada koh Didi dan tim pelatih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya selama Piala Sudirman ini," tambahnya.

Sebelum berpasangan dengan Tiwi di sektor ganda putri, Fadia terlebih dahulu bertanding bersama Dejan Ferdinansyah di sektor ganda campuran, namun mereka kalah dengan skor 10-21 dan 15-21 dari Seo Seung Jae/Chae Yoo Jung.

"Untuk pertandingan hari ini, saya berterima kasih banyak kepada Fadia yang sudah bermain di partai pertama ganda campuran, lalu langsung turun di ganda putri. Tentu saja ini bukan hal yang mudah," ungkap Tiwi. "Kami memohon maaf karena tidak dapat memberikan poin, tapi kami sudah berjuang semaksimal mungkin di lapangan."

Mengenai laga melawan Baek/Lee, Tiwi menyebutkan bahwa lawan memiliki kemampuan yang sangat lengkap dan didukung dengan aspek teknis yang mumpuni. "Pada gim pertama, kami terlalu mengikuti pola permainan mereka yang cenderung lambat. Mereka sangat konsisten dan pertahanannya sulit ditembus," jelas Tiwi.

"Di gim kedua, kami berhasil bermain lebih baik dan memaksa pertandingan hingga rubber game. Di gim penentuan, semuanya diuji: fisik, teknik, dan mental," tambahnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update