Notification

×

Iklan

Pasaman Melewati Target Produksi Ikan Tawar Triwulan I 2025

Selasa, 13 Mei 2025 | 21:41 WIB Last Updated 2025-05-13T15:07:52Z

Petani saat panen Ikan Mas di satu kolam ikan tawar


Pasaman, Rakyatterkini.com - Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman mencatatkan produksi ikan tawar pada Triwulan I tahun 2025 mencapai 14.264 ton. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, M. Dwi Richie, menyatakan bahwa angka ini melebihi target produksi ikan tawar sebesar 14.000 ton yang telah ditetapkan untuk periode tersebut.

“Dari laporan yang kami terima, produksi perikanan di Triwulan I tahun 2025 tercatat sebanyak 14.264,21 ton. Alhamdulillah, ini melebihi target yang telah kami tetapkan untuk triwulan pertama,” ujar M. Dwi Richie di Lubuk Sikaping, Selasa.

Produksi tersebut mencakup berbagai jenis ikan tawar unggulan di Kabupaten Pasaman, seperti ikan mas, nila, lele, mujair, paweh, gabus, gurame, dan betutu.

Menurut M. Dwi Richie, sektor perikanan menjadi salah satu pilar penting ekonomi masyarakat di Kabupaten Pasaman, yang tersebar di Kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur, dan Panti. “Kabupaten Pasaman memiliki sektor perikanan yang unggul, dengan kolam ikan terbanyak di Sumatera Barat. Kami memiliki kolam ikan seluas 4.500 ha, terdiri dari sekitar 7.500 kolam ikan dengan luas rata-rata 1 ha per kolam,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Pasaman memiliki potensi pengembangan kolam ikan tawar hingga mencapai 10.000 ha. Potensi ini diyakini akan dapat memberikan dampak besar bagi perekonomian daerah jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. “Pasaman memiliki pasar perikanan yang luas, mencakup seluruh Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jambi,” katanya.

Pemkab Pasaman terus berusaha untuk mendorong peningkatan produksi ikan dan kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan dan bantuan kepada pelaku usaha perikanan. “Berkat kerja keras Pemkab Pasaman, pada tahun 2021 kami telah ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami juga menerima bantuan berupa satu unit alat berat untuk pembuatan kolam ikan baru,” tambah M. Dwi Richie.

Sebagai bagian dari pengembangan sektor perikanan, Pemkab Pasaman juga telah membangun pabrik pakan ikan pada tahun 2022 dengan dana APBN dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Pabrik pakan ikan ini adalah kebanggaan masyarakat Pasaman, terutama petani ikan. Pabrik ini diharapkan dapat mengurangi biaya produksi dan memastikan pasokan pakan ikan yang berkualitas dan terjangkau,” jelasnya.

M. Dwi Richie menyatakan bahwa pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 1 ton per jam, namun saat ini baru memenuhi sekitar 10 persen dari kebutuhan pakan ikan di Pasaman. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi pabrik ini agar kebutuhan petani ikan di Pasaman dapat sepenuhnya terpenuhi. Kami juga berharap dukungan lebih lanjut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memperbesar produksi pabrik,” harapnya.

Tahun 2024, produksi ikan di Pasaman meningkat menjadi 62.718 ton, lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencapai 61.450 ton. Sementara itu, jumlah benih yang tercatat dalam aplikasi Apdest pada tahun 2024 adalah 388.378 ekor. Ikan mas masih mendominasi produksi ikan tawar dengan jumlah 28.564 ton, diikuti ikan nila (18.850 ton), ikan lele (12.418 ton), dan ikan mujair (1.798 ton). Jenis ikan lainnya seperti ikan nilem/paweh (526 ton), ikan gabus (370 ton), ikan gurame (127 ton), dan ikan betutu (62 ton) juga turut berkontribusi pada hasil produksi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update