Notification

×

Iklan

Ribuan Warga AS Demo Kebijakan Trump

Minggu, 20 April 2025 | 08:44 WIB Last Updated 2025-04-20T01:44:00Z

Ribuan orang berunjuk rasa di Washington dan kota-kota lain di seluruh Amerika Serikat, Sabtu (19/4), untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan Presiden Donald Trump. 


Jakarta, Rakyatterkini.com – Gelombang protes terjadi di berbagai kota besar di Amerika Serikat, termasuk Washington D.C., pada Sabtu (19/4). Ribuan warga turun ke jalan untuk mengekspresikan penolakan terhadap kebijakan kontroversial yang dijalankan oleh Presiden Donald Trump dalam tiga bulan pertama masa kepemimpinannya.

Para demonstran mengecam sejumlah langkah pemerintahan Trump, mulai dari kebijakan deportasi imigran, pemecatan massal pegawai federal, hingga keterlibatan militer AS dalam konflik di Gaza dan Ukraina.

Menurut laporan Reuters, para pengunjuk rasa berkumpul di depan Gedung Putih sambil membawa berbagai spanduk bertuliskan pesan-pesan seperti "Pekerja harus berdaya", "Stop kirim senjata ke Israel", dan "Tegakkan keadilan hukum". Seruan protes ini menggambarkan kekecewaan mendalam terhadap arah politik pemerintahan saat ini.

Di Lafayette Square, salah satu lokasi aksi, sejumlah orator menyerukan dukungan untuk para imigran yang terancam dideportasi, serta menyatakan solidaritas terhadap pegawai pemerintah yang diberhentikan secara massal dan institusi pendidikan yang menghadapi ancaman pencabutan pendanaan.

Aksi protes juga terlihat memuat solidaritas internasional. Sejumlah peserta aksi mengenakan keffiyeh dan mengibarkan bendera Palestina, sembari meneriakkan slogan “Bebaskan Palestina” sebagai respons terhadap perang yang berkecamuk di Gaza. Sementara itu, kelompok lain membawa simbol-simbol dukungan bagi Ukraina dan mendesak pemerintahan AS untuk mengambil sikap yang lebih keras terhadap agresi Rusia di wilayah tersebut.

Sejak dilantik kembali pada Januari lalu, Trump bersama sejumlah tokoh berpengaruh seperti Elon Musk, telah meluncurkan serangkaian kebijakan yang menuai polemik. Termasuk di antaranya pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 200 ribu pegawai negeri, serta upaya penghapusan lembaga-lembaga pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga menahan beberapa mahasiswa asing dan mengancam mencabut dana federal untuk kampus-kampus yang mendukung program keberagaman, inisiatif perubahan iklim, dan aksi pro-Palestina. Langkah-langkah ini menuai kecaman dari berbagai organisasi pembela hak asasi manusia.

Di kawasan Monumen Washington, terlihat spanduk dengan pesan “Kebencian tak pernah membuat bangsa besar” serta “Hak setara untuk semua bukan berarti Anda kehilangan hak.”

Aksi serupa juga terjadi di kota-kota lain seperti New York dan Chicago, menjadikan ini sebagai hari kedua gelombang unjuk rasa nasional sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update